Hari Musik Nasional, Ini Perkembangan Musik Indonesia dari Era '70-an hingga 2010

loading...
Hari Musik Nasional, Ini Perkembangan Musik Indonesia dari Era 70-an hingga 2010
Band Dewa 19 mulai berjaya sejak era 1990-an. Foto Ilustrasi/IG @officialrcti
JAKARTA - Hari Musik Nasional diperingati hari ini, Selasa (9/3). Banyak peristiwa musik di Indonesia yang terjadi dalam kurun 40 tahun terakhir. Tiap dekade ditandai oleh ciri khas dan tonggak sejarah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Hal ini membuat keragaman musik Indonesia dari tahun '70-an hingga 2010-an. Setiap tahun lahir lagu terbaik yang menjadi ikon dan ciri khas musik dari tiap dekade.

"Mulai dari era baru kebebasan bermusik di masa Orde Baru, munculnya acara pencarian bakat, perkembangan media seperti radio dan TV yang membawa andil besar dalam persebaran musik, hingga kepopuleran platform streaming musik yang semakin membuka luas referensi musik Tanah Air," kata pegiat musik Indonesia David Tarigan melalui siaran resminya, Selasa (9/3).

Baca Juga: Young Lex Dituding Plagiat, Media Korsel Tunjukkan Kesamaan Video Musik Raja Terakhir dengan Lit Milik Lay EXO

"Hari Musik Nasional merupakan momen pengingat bagi kita semua untuk terus mengapresiasi keragaman karya musisi Tanah Air dan mempelajari sejarah musik sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa,” sambungnya.



Kepopuleran musik pop di tahun '70-an digawangi oleh Koes Plus, Chrisye, Titiek Puspa, dan Ebiet G. Ade. Koes Plus grup musik legendaris yang mewarnai perkembangan industri musik Tanah Air di tahun '70-an. Kiprahnya berpengaruh besar terhadap perkembangan musik dan dikenal sebagai pelopor musik pop di negeri ini.

Memasuki Orde Baru di tahun '70-an perkembangan industri musik Indonesia semakin maju dan banyak musisi yang lahir mewarnai industri pada saat itu. Chrisye, Ebiet G. Ade, dan Titiek Puspa adalah sosok penyanyi hits di era '70-an yang menghadirkan karya musik yang unik nan legendaris.

Era ini juga menjadi saksi munculnya musik dangdut yang merupakan akulturasi musik Melayu dan India. Pergerakan ini ditandai dengan munculnya Raja Dangdut Rhoma Irama. Selain itu, ajang kompetisi cipta lagu bertajuk Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors di tahun 1977 juga mengukir sejarah dengan mendobrak stagnasi dalam industri musik pop pada saat itu dan banyak melahirkan musisi baru di tahun-tahun selanjutnya.

Tahun '80-an menjadi kejayaan tren musik pop cengeng, pop kreatif, dan pop disko. Masuk ke era tahun '80-an, perkembangan musik di masa itu terbilang cukup dinamis dan banyak tren musik baru yang hadir.

Meskipun pada era '80-an musik Indonesia didominasi genre pop yang mendayu atau pop-cengeng karena liriknya yang puitis serta menyayat hati, namun era ini juga diwarnai oleh pop kreatif yang lebih progresif dan bercerita tentang rasa.



Pada era ini, musik Indonesia juga mulai dikenalkan dengan genre rock dan elektro yang akhirnya memunculkan tren musik pop disko. Beberapa lagu hits populer dari genre tersebut digawangi oleh Fariz RM dan Godbless.

Masuk tahun '80-an ada lagu Barcelona dari Fariz RM, Tentang Kita dari KLa Project, Rumah Kita dari Godbless, dan deretan lagu lain yang merajai industri.

Lagu-lagu fenomenal '90-an dikenal tak lekang oleh waktu. Era '90-an adalah era kejayaan dan puncak dari kreativitas bermusik di Indonesia. Berbagai genre musik mulai pop, rock, jazz, alternatif, dangdut, sampai slow-rock hadir menghibur telinga para penikmat musik Tanah Air bahkan hingga kini.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top