Fox Eye, Riasan Mata yang Trendi sekaligus Kontroversial
Selasa, 19 Mei 2020 - 09:43 WIB
loading...
A
A
A
Sejumlah media kecantikan Barat mengangkat tren ini sebagai viral yang membuat penampilan wanita menjadi lebih cantik. Riasan ini memang cukup ekstrem karena mampu mengubah bentuk wajah seseorang menjadi sangat berbeda. Namun, ada sudut pandang lain yang membuat tren ini menjadi minor. Di Amerika Serikat sendiri, isu rasisme merupakan salah satu masalah budaya yang tidak kunjung tuntas.
Banyak aktivis dan selebgram berdarah Asia peduli dengan isu rasisme serta melihat tren mata rubah ini sebagai sebuah tindakan rasis. Mata rubah yang sipit dan tajam dinilai oleh banyak pengguna media sosial di Asia sebagai bentuk olok-olokan terhadap ras Asia. Beberapa beauty vlogger juga memberikan tanggapan mereka atas ketidaknyamanan tren tersebut. (Baca Juga: Empat Rahasia Tampil Cantik ala Pelakor di The World of The Married )
Alasannya cukup mendasar. Di banyak negara termasuk Amerika Serikat, mereka yang memiliki mata sipit sering menjadi objek bullying maupun olok-olokan, bahkan sejak sekolah dasar. Mirisnya, bahan ejekan tersebut sekarang justru menjadi tren dan banyak diikuti. Bisa jadi tren ini memang terinspirasi dari bentuk mata rubah yang tajam dan menantang sehingga dinilai menjadi sebuah langkah positif bagi perkembangan tren makeup.
Kendati demikian, di sisi lain, isu rasisme tanpa disadari turut muncul. Sebab, mata yang sempit dan tajam secara tidak langsung menjadi ciri khas bagi wajah Asia.
Banyak aktivis dan selebgram berdarah Asia peduli dengan isu rasisme serta melihat tren mata rubah ini sebagai sebuah tindakan rasis. Mata rubah yang sipit dan tajam dinilai oleh banyak pengguna media sosial di Asia sebagai bentuk olok-olokan terhadap ras Asia. Beberapa beauty vlogger juga memberikan tanggapan mereka atas ketidaknyamanan tren tersebut. (Baca Juga: Empat Rahasia Tampil Cantik ala Pelakor di The World of The Married )
Alasannya cukup mendasar. Di banyak negara termasuk Amerika Serikat, mereka yang memiliki mata sipit sering menjadi objek bullying maupun olok-olokan, bahkan sejak sekolah dasar. Mirisnya, bahan ejekan tersebut sekarang justru menjadi tren dan banyak diikuti. Bisa jadi tren ini memang terinspirasi dari bentuk mata rubah yang tajam dan menantang sehingga dinilai menjadi sebuah langkah positif bagi perkembangan tren makeup.
Kendati demikian, di sisi lain, isu rasisme tanpa disadari turut muncul. Sebab, mata yang sempit dan tajam secara tidak langsung menjadi ciri khas bagi wajah Asia.
(tsa)
Lihat Juga :