alexametrics

Fox Eye, Riasan Mata yang Trendi sekaligus Kontroversial

loading...
Fox Eye, Riasan Mata yang Trendi sekaligus Kontroversial
Riasan fox eye membuat tampilan mata menjadi tajam, dengan efek meruncingkan pada bagian luar mata serta menambah efek membara di sekitar mata. Foto/Elle.com.au
A+ A-
JAKARTA - Riasan mata seperti tak pernah ada habisnya untuk dijelajahi. Belum lama ini tengah muncul tren riasan mata terbaru yang disebut fox eye. Tren yang viral di media sosial seperti Instagram dan TikTok itu rupanya juga menuai kontroversi.

Fox eye atau mata rubah menjadi salah satu model riasan mata yang saat ini tengah populer. Sejumlah selebriti dan selebgram beramai-ramai melakukan tantangan media sosial dengan mengangkat tema riasan ini. Riasan fox eye membuat tampilan mata menjadi tajam, dengan efek meruncingkan pada bagian luar mata serta menambah efek membara di sekitar mata, mirip seperti mata rubah. (Baca Juga: Ingin Tampil Cantik Seperti Wanita India? Ini Rahasianya!)

Riasan ini semakin menjadi tren setelah beberapa figur publik seperti Megan Fox, Bella Hadid, dan Kendal Jenner melakukan tantangan yang sama melalui media sosial mereka. Bahkan video Tiktok Bella Hadid telah ditonton lebih dari 10 juta kali. Pada tantangan ini, Bella membuat riasan mata yang menjadikan matanya seolah-olah terbalik, di mana pupil mata tampak berada di atas.

Laman Sociolla menyebutkan, Bella juga mencukur serta menggambar ulang alisnya agar tampak lebih melengkung dan tajam. Sementara bagian luar mata dibuat lebih tajam dan memanjang menggunakan eyeliner hitam. Untuk membuat tampilan yang membara, bulu mata dibuat lebih tajam.

Riasan mata ini menjadi cukup unik jika melihat bahwa fox eye mampu mengubah bentuk wajah para selebgram dan figur publik yang mempopulerkannya menjadi tampak lebih sempit dan tidak seperti wajah orang Kaukasian. Hal ini langsung menjadi viral dan banyak diikuti oleh kaum wanita di Negeri Paman Sam. Bahkan ada yang sampai menarik mata mereka dengan benang agar mendapatkan bentuk fox eye yang sempurna.

Sejumlah media kecantikan Barat mengangkat tren ini sebagai viral yang membuat penampilan wanita menjadi lebih cantik. Riasan ini memang cukup ekstrem karena mampu mengubah bentuk wajah seseorang menjadi sangat berbeda. Namun, ada sudut pandang lain yang membuat tren ini menjadi minor. Di Amerika Serikat sendiri, isu rasisme merupakan salah satu masalah budaya yang tidak kunjung tuntas.

Banyak aktivis dan selebgram berdarah Asia peduli dengan isu rasisme serta melihat tren mata rubah ini sebagai sebuah tindakan rasis. Mata rubah yang sipit dan tajam dinilai oleh banyak pengguna media sosial di Asia sebagai bentuk olok-olokan terhadap ras Asia. Beberapa beauty vlogger juga memberikan tanggapan mereka atas ketidaknyamanan tren tersebut. (Baca Juga: Empat Rahasia Tampil Cantik ala Pelakor di The World of The Married)

Alasannya cukup mendasar. Di banyak negara termasuk Amerika Serikat, mereka yang memiliki mata sipit sering menjadi objek bullying maupun olok-olokan, bahkan sejak sekolah dasar. Mirisnya, bahan ejekan tersebut sekarang justru menjadi tren dan banyak diikuti. Bisa jadi tren ini memang terinspirasi dari bentuk mata rubah yang tajam dan menantang sehingga dinilai menjadi sebuah langkah positif bagi perkembangan tren makeup.

Kendati demikian, di sisi lain, isu rasisme tanpa disadari turut muncul. Sebab, mata yang sempit dan tajam secara tidak langsung menjadi ciri khas bagi wajah Asia.
(tsa)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak