Penerapan Pola Hidup Sehat Kunci Terhindar dari Penyakit Ginjal
Kamis, 11 Maret 2021 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
"Karena gagal ginjal itu bukan penyakit menular. Ini sebuah penyakit yang harusnya bisa dicegah. Dengan kata kunci publik harus memahami serta meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan tubuh dan ginjalnya," kata Petrus dalam peringatan World Kidney Day (WKD), Kamis (11/3).
Petrus menuturkan, peringatan WKD tahun ini harus dijadikan ajang kampanye besar-besaran bagi seluruh pihak untuk menyebarluaskan tentang penyakit ginjal sekaligus menjadi momentum untuk hidup berkualitas dan berkarya semaksimal mungkin.
"Terus membangun public awareness di masyarakat sehingga timbul keingintahuan mereka akan kesehatan ginjal. Bahwa momentum WKD harus bergaung dan publik bisa memahami bahwa gagal ginjal bisa kita dicegah," ujarnya.
Petrus juga menilai apa yang dilakukan pemerintah saat ini dirasa kurang optimal karena masih banyak permasalahan yang menyulitkan kehidupan para pasien gagal ginjal untuk melakukan proses cuci darah. Ia mencontohkan, masih banyak rumah sakit yang belum memberikan hak pasien untuk mendapatkan jaminan obat-obatan yang sudah diatur dalam regulasi Kementerian Kesehatan.
“Misalnya, pasien yang berobat ke rumah sakit tipe A akan mendapatkan pelayanan maksimal, sementara pasien yang berobat ke rumah sakit tipe D tidak akan mendapatkan pelayanan yang sama,” ungkapnya.
Petrus menuturkan, peringatan WKD tahun ini harus dijadikan ajang kampanye besar-besaran bagi seluruh pihak untuk menyebarluaskan tentang penyakit ginjal sekaligus menjadi momentum untuk hidup berkualitas dan berkarya semaksimal mungkin.
"Terus membangun public awareness di masyarakat sehingga timbul keingintahuan mereka akan kesehatan ginjal. Bahwa momentum WKD harus bergaung dan publik bisa memahami bahwa gagal ginjal bisa kita dicegah," ujarnya.
Petrus juga menilai apa yang dilakukan pemerintah saat ini dirasa kurang optimal karena masih banyak permasalahan yang menyulitkan kehidupan para pasien gagal ginjal untuk melakukan proses cuci darah. Ia mencontohkan, masih banyak rumah sakit yang belum memberikan hak pasien untuk mendapatkan jaminan obat-obatan yang sudah diatur dalam regulasi Kementerian Kesehatan.
“Misalnya, pasien yang berobat ke rumah sakit tipe A akan mendapatkan pelayanan maksimal, sementara pasien yang berobat ke rumah sakit tipe D tidak akan mendapatkan pelayanan yang sama,” ungkapnya.
Lihat Juga :