SKAMRT Temukan 7 dari 10 Rumah Tangga Konsumsi Air Minum Terkontaminasi
Kamis, 01 April 2021 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Technical Officer, Joint Monitoring Programme (JMP) – WHO, Rick Johnston memuji SKAMRT 2020 yang dilakukan Kementerian Indonesia. Menurut dia, studi yang dilakukan oleh Kemenkes ini merupakan yang terbesar di dunia.
Johnston mengaku terkesan dengan komitmen yang telah ditunjukkan oleh Pemerintah Indonesia, untuk menanggapi secara serius tantangan pemantauan air, sanitasi dan kebersihan dalam konteks SDGs untuk mengidentifikasi dan mengisi kesenjangan data dan menerapkan langkah-langkah untuk meningkatkan layanan air dan sanitasi jika diperlukan.
Johnston juga memuji Pemerintah Indonesia yang memiliki keberanian dan integritas untuk meluncurkan laporan ini, meskipun beberapa temuan bukanlah kabar baik.
Baca juga: Raffi Ahmad Pilih Burung Phoenix Jadi Lambang Rans Cilegon FC, Ini Alasannya!
"Kami mengetahui bahwa puluhan juta orang di Indonesia mengakses air minum yang tidak aman untuk diminum. Di beberapa negara, setelah survei seperti ini selesai, butuh waktu bertahun-tahun agar hasilnya dipublikasikan. Dan dalam beberapa kasus, hasilnya tidak pernah dibagikan sama sekali," ujarnya.
Johnston mengaku terkesan dengan komitmen yang telah ditunjukkan oleh Pemerintah Indonesia, untuk menanggapi secara serius tantangan pemantauan air, sanitasi dan kebersihan dalam konteks SDGs untuk mengidentifikasi dan mengisi kesenjangan data dan menerapkan langkah-langkah untuk meningkatkan layanan air dan sanitasi jika diperlukan.
Johnston juga memuji Pemerintah Indonesia yang memiliki keberanian dan integritas untuk meluncurkan laporan ini, meskipun beberapa temuan bukanlah kabar baik.
Baca juga: Raffi Ahmad Pilih Burung Phoenix Jadi Lambang Rans Cilegon FC, Ini Alasannya!
"Kami mengetahui bahwa puluhan juta orang di Indonesia mengakses air minum yang tidak aman untuk diminum. Di beberapa negara, setelah survei seperti ini selesai, butuh waktu bertahun-tahun agar hasilnya dipublikasikan. Dan dalam beberapa kasus, hasilnya tidak pernah dibagikan sama sekali," ujarnya.
(nug)
Lihat Juga :