Bangkitkan Mak Lampir, Durgala Semakin Kuat Mengancam Kian Santang dan Istana Padjajaran
Jum'at, 02 April 2021 - 10:35 WIB
loading...
Kembalinya Raden Kian Santang. Foto/MNC Media.
A
A
A
JAKARTA - Sinetron kolosal ‘ Kembalinya Raden Kian Santang ’ menyuguhkan cerita yang selalu ditunggu-tunggu para pemirsa setia dan memiliki cerita yang sangat menarik bagaimana Kian Santang mempertahankan istana Padjajaran yang selalu mendapatkan serangan dari musuh-musuhnya.
Pada episode pekan ini, sosok Durgala kembali menjadi momok yang menakutkan dan mengancam Kian Santang dan istana Padjajaran. Putri Ambar turun dari langit, mencari pedang Zulfikar, untuk menolong Ayahnya yang sekarat selama 1000 tahun. Sementara Surawisesa bersama Rara Santang dikurung di suatu tempat yang dilindungi Raja Gaib oleh Ningratwangi.
Kian Santang mendapat petunjuk, harus menemui Langkir. Langkir membuatkan senjata baru, yang dapat menerawang keberadaan Rara Santang & Surawisesa.
Baca Juga : Rilis Venom: Let There Be Carnage Ditunda Satu Minggu hingga 24 September
Durgala yang dilatih dan diuji oleh Kuncung Hitam, mampu menguasai jurus Matahari yang mematikan, menjadi ancaman bagi Kian Santang dan Padjajaran. Kian Santang harus datang ke Sungai Cisanggarung, menukar pedang zulfikar dengan Rara Santang dan Surawisesa, atau keduanya terancam mati.
Pada episode pekan ini, sosok Durgala kembali menjadi momok yang menakutkan dan mengancam Kian Santang dan istana Padjajaran. Putri Ambar turun dari langit, mencari pedang Zulfikar, untuk menolong Ayahnya yang sekarat selama 1000 tahun. Sementara Surawisesa bersama Rara Santang dikurung di suatu tempat yang dilindungi Raja Gaib oleh Ningratwangi.
Kian Santang mendapat petunjuk, harus menemui Langkir. Langkir membuatkan senjata baru, yang dapat menerawang keberadaan Rara Santang & Surawisesa.
Baca Juga : Rilis Venom: Let There Be Carnage Ditunda Satu Minggu hingga 24 September
Durgala yang dilatih dan diuji oleh Kuncung Hitam, mampu menguasai jurus Matahari yang mematikan, menjadi ancaman bagi Kian Santang dan Padjajaran. Kian Santang harus datang ke Sungai Cisanggarung, menukar pedang zulfikar dengan Rara Santang dan Surawisesa, atau keduanya terancam mati.
Lihat Juga :