Pandemi Picu Rumah Sakit Beradaptasi dengan Penanganan Kegawatdaruratan
Sabtu, 10 April 2021 - 01:39 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Ketua Cabang PDEI Jawa Tengah yang juga Dokter Bedah di RSUP Surakarta, Dr Arif Budi Satria Sp.B dalam materinya yang berjudul RS Lapangan, Transportasi Pasien Airbone Diseases, BTCLS untuk Pasien Covid-19 memaparkan pengalamannya saat terlibat dalam pembangunan dan pengoperasian RS Lapangan Solo di Benteng Vastenburg.
"RS lapangan itu didirikan modular, sehingga cepat didirikan. Di Solo diputuskan untuk mendirikan RS lapangan karena saat itu rumah-rumah sakit sudah penuh. Solo pun selalu merah, sesekali saja oranye dan hingga kini masih beroperasi. RS lapangan ini juga baik bagi penanganan pasien karena sirkulasi udara dan temperaturnya," tutur Arif.
RS lapangan tersebut, kata Arif, berfokus menangani pasien ringan dan sedang dan dikawal TNI, BNPB serta dokter dari RSUD Dr. Moewardi serta rumah-rumah sakit lainnya di Solo. Pasien yang kondisinya berat, dirujuk ke rumah sakit rujukan.
Baca juga: Fashionable, Istri Menteri Perdagangan, Bianca Adinegoro Borong Kain Tenun Tradisional
"Mantranya adalah interkolaborasi antar profesi, seperti keputusan membuka ruang perawatan di asrama haji di Solo. Saat itu kami rapat antar organisasi, adaptasi dilakukan bersama, juga dilakukan delegasi agar dokter tidak kelelahan semua. Kita harus ingat, dokter yang wafat juga sudah banyak, mereka sekolah minimal 10 tahun dan dokter koas juga saat ini juga terhambat sekolahnya," tukas Arif.
"RS lapangan itu didirikan modular, sehingga cepat didirikan. Di Solo diputuskan untuk mendirikan RS lapangan karena saat itu rumah-rumah sakit sudah penuh. Solo pun selalu merah, sesekali saja oranye dan hingga kini masih beroperasi. RS lapangan ini juga baik bagi penanganan pasien karena sirkulasi udara dan temperaturnya," tutur Arif.
RS lapangan tersebut, kata Arif, berfokus menangani pasien ringan dan sedang dan dikawal TNI, BNPB serta dokter dari RSUD Dr. Moewardi serta rumah-rumah sakit lainnya di Solo. Pasien yang kondisinya berat, dirujuk ke rumah sakit rujukan.
Baca juga: Fashionable, Istri Menteri Perdagangan, Bianca Adinegoro Borong Kain Tenun Tradisional
"Mantranya adalah interkolaborasi antar profesi, seperti keputusan membuka ruang perawatan di asrama haji di Solo. Saat itu kami rapat antar organisasi, adaptasi dilakukan bersama, juga dilakukan delegasi agar dokter tidak kelelahan semua. Kita harus ingat, dokter yang wafat juga sudah banyak, mereka sekolah minimal 10 tahun dan dokter koas juga saat ini juga terhambat sekolahnya," tukas Arif.
(nug)
Lihat Juga :