Pembelajaran Tatap Muka Segera Berlangsung, Ahli Ingatkan Vaksin Harus Terus Jalan!
Minggu, 11 April 2021 - 17:35 WIB
loading...
A
A
A
Ia meminta masyarakat jangan terlalu gembira dulu melihat laju perkembangan kasus COVID-19 belakangan ini. Sebab, sewaktu menjadi Direktur Organisasi Kesehatan Dunia Wilayah Asia Tenggara (WHO-SEARO), ia pernah merasakan perkembangan kasus COVID-19 di India dimana ia berkantor di New Delhi, India yang berubah-rubah secara drastis. “India pernah mengalami kasus harian bertambah hanya 10.000 kasus. Namun beberapa hari kemudian naik 100.000 kasus. Jadi, susah diprediksi,” imbuhnya.
Menurutnya, para orang tua murid tak perlu kawatir meskipun anak-anak mereka belum divaksinasi. Vaksinasi COVID-19 masih dalam taraf uji klinis, sehingga belum bisa diberikan pada tahun ajaran baru nanti.
“Orang tua tak perlu cemas, kasus penularan COVID-19 pada anak-anak, seperti murid Pendidikan Anak Usia Dini relatif sedikit dibandingkan pada orang dewasa lansia. Kecuali itu, guru-guru mereka baru boleh mengajar apabila sudah divaksinasi. Meski begitu orang tua diberikan wewenang untuk membolehkan anaknya ikut PTM atau tetap pembelajaran jarak jauh (PJJ),” papar Prof Tjandra.
Baca Juga : Ingin Berpergian Selama Mudik Lebaran 2021? Pastikan Miliki SKIM
Ia berharap vaksinasi COVID-19 harus tetap berjalan, sambil pemerintah mencari solusi terhadap sejumlah negara produsen vaksin melakukan embargo atau ketidakmampuan pabrik vaksin memenuhi komitmennya.
Menurutnya, para orang tua murid tak perlu kawatir meskipun anak-anak mereka belum divaksinasi. Vaksinasi COVID-19 masih dalam taraf uji klinis, sehingga belum bisa diberikan pada tahun ajaran baru nanti.
“Orang tua tak perlu cemas, kasus penularan COVID-19 pada anak-anak, seperti murid Pendidikan Anak Usia Dini relatif sedikit dibandingkan pada orang dewasa lansia. Kecuali itu, guru-guru mereka baru boleh mengajar apabila sudah divaksinasi. Meski begitu orang tua diberikan wewenang untuk membolehkan anaknya ikut PTM atau tetap pembelajaran jarak jauh (PJJ),” papar Prof Tjandra.
Baca Juga : Ingin Berpergian Selama Mudik Lebaran 2021? Pastikan Miliki SKIM
Ia berharap vaksinasi COVID-19 harus tetap berjalan, sambil pemerintah mencari solusi terhadap sejumlah negara produsen vaksin melakukan embargo atau ketidakmampuan pabrik vaksin memenuhi komitmennya.
(wur)
Lihat Juga :