Tangan Sering Kram Saat Bersepeda? Hati-hati Cyclist’s Palsy

loading...
Tangan Sering Kram Saat Bersepeda? Hati-hati Cyclist’s Palsy
Cyclists Palsy Mengancam Saat Bersepeda. Foto/Polar.
JAKARTA - Bersepeda menjadi olahraga favorit banyak orang. Selain megasyikan, bersepeda memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Namun pastikan memperhatikan posisi tangan, agar terhindar dari cyclist’s palsy .

“Apabila saat dan setelah bersepeda Anda merasakan jari manis dan kelingking tidak nyaman, hal ini biasanya disebabkan karena ulnar nerve, saraf yang mempersarafi kelingking dan jari manis, dan melewati pergelangan tangan melalui sebuah terowongan (guyon canal), tertekan akibat terlalu lama berpegangan dengan handlebar," kata Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Hand & Microsurgery RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, dr. Oryza Satria, Sp.OT (K).

"Kondisi ini disebut juga dengan guyon canal syndrome, kalau terjadi pada pesepeda disebut cyclist’s palsy,” sambungnya.

Baca Juga : Jangan Malas! Ini 5 Tips Berolahraga Selama Puasa

Bersepeda selama 30 menit setiap hari, dijelaskan dr. Oryza dapat membantu menurunkan risiko penyakit metabolik, meningkatkan kreativitas dan daya ingat, serta menurunkan tingkat kecemasan dan depresi seiring dengan meningkatnya kadar hormon endorfin dalam tubuh.



Selain itu, bersepeda juga dapat membantu tubuh lebih rileks dan meningkatkan kualitas tidur, sehingga membantu mempertahankan berat badan. Bersepeda di pagi hari dapat membantu tubuh terpapar sinar matahari dan mendapatkan manfaat dari vitamin D. Tak heran dengan begitu banyak manfaat, bersepeda semakin digandrungi di masa sekarang.

“Supaya sesi bersepeda Anda semakin berdampak baik untuk tubuh, jangan lupa perhatikan posisi atau postur tubuh yang baik. Posisi tubuh yang baik ketika bersepeda juga menjadi hal penting ketika kita ingin terhindar dari cedera," ungkap dr. Oryza.

Baca Juga : Mulut Kering, Gejala Baru Covid-19 yang Tak Boleh Diabaikan

"Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memposisikan kepala mengikuti alur tulang belakang yang terbentuk oleh lengkungan panggul. Arahkan mata ke depan dan rilekskan tulang leher Anda,” imbuhnya.

Jika bersepeda dalam keadaan cepat, dr. Oryza menyarankan untuk tundukkan punggung dan track menurun, tegakkan kembali punggung Anda. Sedangkan untuk posisi kaki, jika pedal sedang berada di bawah kaki, tekuklah sedikit kaki Anda. Sesuaikan tinggi pedal dengan kaki Anda (yang masih dapat ditekuk sedikit) hingga kaki terasa nyaman ketika menggoes.



“Kemudian untuk posisi tangan, tekuk sedikit siku Anda dan usahakan telapak tangan menggenggam handlebar atau rem sekaligus. Posisikan bahu mengikuti alur yang dibentuk tangan dan punggung. Hati-hati, posisi tangan yang salah dapat meningkatkan risiko terjadinya cyclist’s palsy,” tandasnya.
(dra)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top