Pandemi Mengimbas Pariwisata Bali, Joger Gaet 97 Pemandu Wisata yang Terdampak
Rabu, 21 April 2021 - 12:40 WIB
loading...
Pemandu wisata di Bali yang terdampak pandemi bergabung dengan Joger untuk bangkitkan kembali perekonomian. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Bali menjadi wilayah yang terimbas oleh pandemi COVID-19, terutama untuk sektor wisata. Ada banyak pemandu wisata di Bali yang terdampak dan kehilangan pekerjaan sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
Untung, di tengah situasi sulit dan tidak menentu ini masih ada perusahaan yang bisa menyediakan kesempatan beraktivitas. Joger Pabrik Kata-Kata salah satunya. Tempat belanja oleh-oleh khas Joger di Bali yang mulai merangkak sejak 19 Januari 1981, mengajak pemandu wisata yang terdampak pandemi COVID-19 mulai Oktober 2020.
Baca Juga: Bangga! Maudy Ayunda Masuk Daftar Tokoh 30 Under 30 Asia
Armand Setiawan selaku Jr Chief Executive Officer Joger Pabrik Kata-Kata menyatakan, meskipun sempat ditutup selama tujuh bulan dari Maret sampai awal Oktober 2020, Joger tidak pernah melakukan pemutusan hubungan keluarga (PHK) kepada anggota keluarga Joger. Joger bahkan menambah seratus personel pemandu wisata terdampak masuk ke dalam "keluarganya".
“Salah seorang anggota keluarga bercerita melihat salah satu guide yang berjualan roti dengan penghasilan kecil. Melihat hal itu, kami melalui dewan guide berinisiatif menghimpun nama-nama yang terdampak. terkumpul sejumlah 60 orang yang setelah itu kami berdayakan, namun setelah itu kita tambah jumlah mereka, melalui informasi dari sesama pemandu wisata yang sudah mengikuti program pemberdayaan ini. Angkanya sempat mencapai 100 orang," beber Armand.
Untung, di tengah situasi sulit dan tidak menentu ini masih ada perusahaan yang bisa menyediakan kesempatan beraktivitas. Joger Pabrik Kata-Kata salah satunya. Tempat belanja oleh-oleh khas Joger di Bali yang mulai merangkak sejak 19 Januari 1981, mengajak pemandu wisata yang terdampak pandemi COVID-19 mulai Oktober 2020.
Baca Juga: Bangga! Maudy Ayunda Masuk Daftar Tokoh 30 Under 30 Asia
Armand Setiawan selaku Jr Chief Executive Officer Joger Pabrik Kata-Kata menyatakan, meskipun sempat ditutup selama tujuh bulan dari Maret sampai awal Oktober 2020, Joger tidak pernah melakukan pemutusan hubungan keluarga (PHK) kepada anggota keluarga Joger. Joger bahkan menambah seratus personel pemandu wisata terdampak masuk ke dalam "keluarganya".
“Salah seorang anggota keluarga bercerita melihat salah satu guide yang berjualan roti dengan penghasilan kecil. Melihat hal itu, kami melalui dewan guide berinisiatif menghimpun nama-nama yang terdampak. terkumpul sejumlah 60 orang yang setelah itu kami berdayakan, namun setelah itu kita tambah jumlah mereka, melalui informasi dari sesama pemandu wisata yang sudah mengikuti program pemberdayaan ini. Angkanya sempat mencapai 100 orang," beber Armand.
Lihat Juga :