Persiapan Hadapi Belajar Tatap Muka, Dr Reisa Ingatkan Pentingnya PHBS
Minggu, 25 April 2021 - 17:39 WIB
loading...
Protokol kesehatan harus tetap dijaga saat sekolah tatap muka kembali dibuka. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Selama kurang lebih satu tahun menerapkan metode belajar daring (online) dikarenakan pandemi Covid-19 , kini proses belajar tatap muka kembali dicanangkan.
Pada November lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah mengedarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang membahas penyelenggaraan sekolah tatap muka mendatang.
Rencana ini tentu menimbulkan kekhawatiran diantara para orang tua. Muncul pertanyaan-pertanyaan yang menjadi kekhwatiran diantara para orang tua.
Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menuturkan bahwa belakangan ini kasus Covid-19 masih tinggi kasus aktifnya tapi trennya makin menurun karena ada beberapa faktor.
Baca : Jenuh dengan Online Meeting? Begini Cara Mengatasinya!
“Ada masyarakat yang sudah lebih paham dan juga ada vaksin, kebiasaan yang timbul tentang prokes juga udah semakin baik,” ujar dr Reisa dalam webinar yang diselenggarakan Swiss German University, Sabtu (24/4).
Mengenai bahaya virus Covid-19, dr. Reisa menekankan pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mulai dari menjaga asupan gizi seimbang, mengkonsumsi cukup air putih,menjaga pola tidur, mengelola stress dengan melalukan berbagai hobi dan aktivitas, dan juga rutin berolahraga.
Untuk menangani Sars-Cov-2 sendiri, ia memparkan ada penambahan PHBS yang harus dilakukan yaitu protokol kesehatan 3M mencuci tangan, menjaga jarak dan juga memakai masker.
Ia juga berpesan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, seperti menjaga sirkulasi udara dengan baik, menjaga kebersihan dapur dan menerapkan protokol kedatangan bagi setiap anggota keluarga.
“Agar anak siap menghadapi Pembelajaran tatap muka, ajarkan prokes dengan baik. Bagi anak-anak yang susah pakai masker, dibiasakan terus-terusan, ajarkan anak cara cuci tangan, jaga jarak, meskipun bertemu sahabat kamu usahakan tetap jaga jarak dan pakai masker,” ucap dr Reisa.
Ia menambahkan bahwa sebaiknya jangan membuka masker di ruang kelas dan jika ingin makan kantin pun sebaiknya tidak dibuka dulu, dan makan di meja masing-masing antara 5-10 lalu pakai masker lagi jika ingin berinteraksi.
“Face shield itu hanya penambah, proteksi utama tetap masker, tidak boleh hanya dengan face shield saja karena penularan tetap melalui droplet. Penggunaan face shield boleh tapi disertai masker,” terang dr Reisa.
Baca Juga : Chef Marinka Bagikan Tips Hidup Sehat di Tengah Pandemi
Menurutnya, Peran orang tua dalam mempersiapkan anak agar bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru juga tak kalah penting.
“Perlu adanya rasa kepercayaan satu sama lain antara orang tua dan anak agar anak tidak ragu dan khawatir dalam mempersiapkan pembelajaran tatap muka dan menerapkan protokol kesehatan secara maksimal,” pungkas dr Reisa.
Pada November lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah mengedarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang membahas penyelenggaraan sekolah tatap muka mendatang.
Rencana ini tentu menimbulkan kekhawatiran diantara para orang tua. Muncul pertanyaan-pertanyaan yang menjadi kekhwatiran diantara para orang tua.
Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menuturkan bahwa belakangan ini kasus Covid-19 masih tinggi kasus aktifnya tapi trennya makin menurun karena ada beberapa faktor.
Baca : Jenuh dengan Online Meeting? Begini Cara Mengatasinya!
“Ada masyarakat yang sudah lebih paham dan juga ada vaksin, kebiasaan yang timbul tentang prokes juga udah semakin baik,” ujar dr Reisa dalam webinar yang diselenggarakan Swiss German University, Sabtu (24/4).
Mengenai bahaya virus Covid-19, dr. Reisa menekankan pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mulai dari menjaga asupan gizi seimbang, mengkonsumsi cukup air putih,menjaga pola tidur, mengelola stress dengan melalukan berbagai hobi dan aktivitas, dan juga rutin berolahraga.
Untuk menangani Sars-Cov-2 sendiri, ia memparkan ada penambahan PHBS yang harus dilakukan yaitu protokol kesehatan 3M mencuci tangan, menjaga jarak dan juga memakai masker.
Ia juga berpesan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, seperti menjaga sirkulasi udara dengan baik, menjaga kebersihan dapur dan menerapkan protokol kedatangan bagi setiap anggota keluarga.
“Agar anak siap menghadapi Pembelajaran tatap muka, ajarkan prokes dengan baik. Bagi anak-anak yang susah pakai masker, dibiasakan terus-terusan, ajarkan anak cara cuci tangan, jaga jarak, meskipun bertemu sahabat kamu usahakan tetap jaga jarak dan pakai masker,” ucap dr Reisa.
Ia menambahkan bahwa sebaiknya jangan membuka masker di ruang kelas dan jika ingin makan kantin pun sebaiknya tidak dibuka dulu, dan makan di meja masing-masing antara 5-10 lalu pakai masker lagi jika ingin berinteraksi.
“Face shield itu hanya penambah, proteksi utama tetap masker, tidak boleh hanya dengan face shield saja karena penularan tetap melalui droplet. Penggunaan face shield boleh tapi disertai masker,” terang dr Reisa.
Baca Juga : Chef Marinka Bagikan Tips Hidup Sehat di Tengah Pandemi
Menurutnya, Peran orang tua dalam mempersiapkan anak agar bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru juga tak kalah penting.
“Perlu adanya rasa kepercayaan satu sama lain antara orang tua dan anak agar anak tidak ragu dan khawatir dalam mempersiapkan pembelajaran tatap muka dan menerapkan protokol kesehatan secara maksimal,” pungkas dr Reisa.
(wur)
Lihat Juga :