17 Tahun Gelar Indonesian Idol, Hary Tanoesoedibjo: Membangun Masyarakat Ekonomi Kreatif

loading...
17 Tahun Gelar Indonesian Idol, Hary Tanoesoedibjo: Membangun Masyarakat Ekonomi Kreatif
Rimar Callista, pemenang Indonesan Idol menerima hadiah. Foto/MNC Media
JAKARTA - MNC Group terus melahirkan bintang-bintang besar di industri musik Tanah Air, antara lain melalui Indonesian Idol yang diselenggarakan sejak 17 tahun lalu.

"Motivasi kami itu, bagaimana bisa membangun masyarakat kita yang punya bakat. Yang tadinya tidak punya kesempatan, akhirnya mereka bisa punya kesempatan. Dari orang yang tidak dikenal sama sekali, kemudian menjadi dikenal," ujar Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo .

Hal itu disampaikannya saat menyaksikan langsung babak Result & Super Reunion Indonesian Idol Special Season di Studio RCTI+, Jakarta, Senin malam (26/4/2021). Selain Indonesian Idol, MNC Group memiliki ajang pencarian bakat menyanyi lainnya seperti Indonesian Idol Junior, The Voice dan The Voice Kids.

Hary mengungkapkan, selama ini para kontestan baik pemenang maupun finalis talent search MNC Group diberikan ruang untuk terus berkembang dan eksis di tengah masyarakat. Mulai dari dibuatkan album rekaman hingga dilibatkan dalam berbagai pertunjukan musik dan konser.

Baca Juga : Selamat! Rimar Callista Juara Indonesian Idol Special Season

"Kami manage, kami coba untuk selalu eksis. Kami berikan pekerjaan, mereka punya penghasilan, makanya kita lihat banyak idol-idol yang tetap bisa bertahan dengan baik," tutur Hary yang sudah mengajar di 186 lebih perguruan tinggi se-Indonesia itu.



Program-program talent search di bidang musik, lanjut Hary, akan terus digelar MNC Group. Pasalnya, hal itu merupakan komitmen MNC Group dalam bentuk dukungan terhadap kemajuan ekonomi kreatif Indonesia.

"Kami terus terang senang dengan acara ini, karena selain entertainment, tapi membangun masyarakat juga. Ini bagian daripada ekonomi kreatif. Jadi, nilai tambahnya sangat besar," kata Hary.

Indonesian Idol sendiri sudah digelar sejak 2004 atau 17 tahun lalu. Sempat vakum beberapa tahun, kini penyelenggaraannya sudah 11 kali. "Waktu itu saya masih Direktur Utama RCTI, sampai tahun 2008-2009. Kemudian, saya hand over ke penerus saya. Jadi, mulai 2004 sampai dengan tahun ini kan 17 tahun, itu sudah 11 kali," katanya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top