Sederet Selebritas Dunia yang Mengutuk Kezaliman Israel terhadap Palestina
Kamis, 13 Mei 2021 - 04:04 WIB
loading...
A
A
A
Alana Hadid
Di akun Instagramnya sendiri, Alana memposting foto ibu dua anak yang mengungkapkan rasa frustrasinya karena mereka terusir dari rumahnya. Alana terus membagikan hal-hal yang memperlihatkan kekejaman Zionis.
Itu dilakukannya agar membuat pengikutnya sadar bahwa Palestina butuh dukungan dan bantuan dari negara-negara lain.
![Sederet Selebritas Dunia yang Mengutuk Kezaliman Israel terhadap Palestina]()
"Saya merasakan kepedihan nenek moyang saya. Saya menangis untuk mereka. Saya menangis untuk saudara-saudara Palestina saya, di sana sekarang, merasa tidak aman dan takut. Ini harus dihentikan, TIDAK ADA ruang untuk ini di tahun 2021!" tegasnya.
Dua Lipa
Dengan 68,8 juta followers, Dua Lipa menyoroti kisah-kisah keluarga yang terancam digusur dan membagikan unggahan lain yang mencakup rincian peristiwa di bawah tajuk 'What Is Happening In Sheikh Jarrah?'.
Mendapatkan rasa hormat dari banyak pendukung Palestina, dia menggambarkan penggusuran sebagai "pembersihan etnis" sambil mendesak dunia untuk "campur tangan dan menghentikan ini".
Di akun Instagramnya sendiri, Alana memposting foto ibu dua anak yang mengungkapkan rasa frustrasinya karena mereka terusir dari rumahnya. Alana terus membagikan hal-hal yang memperlihatkan kekejaman Zionis.
Itu dilakukannya agar membuat pengikutnya sadar bahwa Palestina butuh dukungan dan bantuan dari negara-negara lain.

"Saya merasakan kepedihan nenek moyang saya. Saya menangis untuk mereka. Saya menangis untuk saudara-saudara Palestina saya, di sana sekarang, merasa tidak aman dan takut. Ini harus dihentikan, TIDAK ADA ruang untuk ini di tahun 2021!" tegasnya.
Dua Lipa
Dengan 68,8 juta followers, Dua Lipa menyoroti kisah-kisah keluarga yang terancam digusur dan membagikan unggahan lain yang mencakup rincian peristiwa di bawah tajuk 'What Is Happening In Sheikh Jarrah?'.
Mendapatkan rasa hormat dari banyak pendukung Palestina, dia menggambarkan penggusuran sebagai "pembersihan etnis" sambil mendesak dunia untuk "campur tangan dan menghentikan ini".
Lihat Juga :