Merasakan Pantai 'Ala' Bali di Yogya? Yuk, Ke Pantai Ngobaran!
Senin, 25 Mei 2020 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Yang menjadi daya tarik Pantai Ngobaran ini adalah nuansa budaya dan agama yang sangat kental. Pada tahun 2003, dibangun prasasti gapura dan patung dewa khas Hindu untuk memperingati Raja Brawijaya V, yang kemudian diresmikan pada tahun 2004. Pengunjung juga dapat menemukan patung Dewa Wisnu yang menaiki Garuda yang menghadap ke sisi laut.
Pada sisi kiri prasasti tersebut, ada joglo yang digunakan untuk ibadah aliran Kejawan. Aliran Kejawan ini merujuk pada putra Raja Brawijaya V, Bondan Kejawan. Di depan Joglo, dapat ditemukan Pura Segawa Wukir, yang menjadi ikon dari Pantai Ngobaran ini. Pura Segawa Wukir dipercayai sebagai tempat pelaksanaan ritual muksa atau pembakaran diri Raja Brawijaya V. Tidak sampai situ saja, ada satu lagi tempat ibadah, yaitu masjid yang berukuran 3×4 meter. Uniknya masjid ini menghadap laut, bukan menghadap barat seperti masjid biasanya. Namun, jika pengunjung ingin beribadah di sini, sudah diberikan arah kiblat yang benar.
![Merasakan Pantai 'Ala' Bali di Yogya? Yuk, Ke Pantai Ngobaran!]()
Dengan adanya beragam tempat ibadah dalam satu tempat, menandakan keharmonisan penduduk sekitar saat beribadah. Bahkan beberapa kali upacara adat seperti upacara Melasti menjelang Hari Raya Nyepi dan upacara Galungan dilaksanakan di Pantai Ngobaran. Di hari tertentu juga ada ritual ibadah yang dilakukan oleh aliran Kejawan.
Selain nuansa agama dan budayanya, Pantai Ngobaran juga memiliki pemandangan eksotis pantai yang indah. Bila air tengah surut, pengunjung bisa melihat hamparan rumput laut dan alga sepanjang pantai. Dengan surutnya air laut, pengunjung dapat melihat biota laut seperti lobster, kerang dan lainnya yang bersembunyi di balik karang-karang. Hasil laut inilah yang biasanya dicari penduduk sekitar untuk dijual di pasar. (Baca juga : Puncak Eurad, Tempat Eksotis Untuk 'Ngecas' Diri )
Pada sisi kiri prasasti tersebut, ada joglo yang digunakan untuk ibadah aliran Kejawan. Aliran Kejawan ini merujuk pada putra Raja Brawijaya V, Bondan Kejawan. Di depan Joglo, dapat ditemukan Pura Segawa Wukir, yang menjadi ikon dari Pantai Ngobaran ini. Pura Segawa Wukir dipercayai sebagai tempat pelaksanaan ritual muksa atau pembakaran diri Raja Brawijaya V. Tidak sampai situ saja, ada satu lagi tempat ibadah, yaitu masjid yang berukuran 3×4 meter. Uniknya masjid ini menghadap laut, bukan menghadap barat seperti masjid biasanya. Namun, jika pengunjung ingin beribadah di sini, sudah diberikan arah kiblat yang benar.

Dengan adanya beragam tempat ibadah dalam satu tempat, menandakan keharmonisan penduduk sekitar saat beribadah. Bahkan beberapa kali upacara adat seperti upacara Melasti menjelang Hari Raya Nyepi dan upacara Galungan dilaksanakan di Pantai Ngobaran. Di hari tertentu juga ada ritual ibadah yang dilakukan oleh aliran Kejawan.
Selain nuansa agama dan budayanya, Pantai Ngobaran juga memiliki pemandangan eksotis pantai yang indah. Bila air tengah surut, pengunjung bisa melihat hamparan rumput laut dan alga sepanjang pantai. Dengan surutnya air laut, pengunjung dapat melihat biota laut seperti lobster, kerang dan lainnya yang bersembunyi di balik karang-karang. Hasil laut inilah yang biasanya dicari penduduk sekitar untuk dijual di pasar. (Baca juga : Puncak Eurad, Tempat Eksotis Untuk 'Ngecas' Diri )
Lihat Juga :