Pertama di Tanah Air, Film Dengar Ditayangkan Melalui Zoom
Sabtu, 12 Juni 2021 - 01:31 WIB
loading...
Produksi Dengar mengikuti protokol kesehatan dengan tidak melibatkan banyak orang, dan syuting di luar ruangan dilakukan malam hari agar menghindari kerumunan. / Foto: Thomas Manggalla
A
A
A
JAKARTA - Gambar Hidoep Sinema menggandeng Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (SDKI) dan Tiket.com untuk memproduksi film berjudul Dengar. Film interaktif karya sutradara Alvin Rizky Ismail dan penulis skenario Ucup Mokoginta ini dibuat untuk menjawab tantangan insan perfilman Indonesia dalam berkarya dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif terutama peningkatan ekonomi wisata serta pemberdayaan masyarakat desa.
Baca juga: Podcast Aplikasi Sayang Eps.3 Cewek Cantik Gak Akan Kesulitan Dapet Cowok
Menurut Alvin Rizky, produksi film Dengar tetap harus mengikuti protokol kesehatan , tidak melibatkan banyak orang, dan syuting di luar ruangan dilakukan malam hari sehingga tidak mengundang kerumunan. Meski disaksikan dari rumah, film ini tetap menyuguhkan kisah yang menarik bagi penonton.
Alvin, yang juga Founder Story Digilive, menuturkan bahwa proses casting dan rapat produksi dilakukan melalui Zoom meeting. Meski ini menjadi yang pertama di Tanah Air, menggunakan Zoom untuk produksi film pernah dieksekusi oleh film maker indie di Amerika Serikat. Alvin kemudian mengembangkan ide ini dengan berencana melakukan pemutaran film melalui media Zoom dan melibatkan penonton di rumah untuk berinteraksi dengan pemainnya.
"Karena pemutaran film akan dilakukan lewat Zoom, itu conference, membuat film bener digabung sesi live streaming, jadi pemeran kita selain di-record secara sinematografi, pemeran kita akan stand by di studio dengan set film sama. Artinya kalau penonton tiba-tiba disapa pemain itu enggak akan menyangka dan tentunya interaksi yang terjadi akan menarik sekali," paparnya di sela-sela jumpa pers di bilangan Tebet, Jakarta, belum lama ini.
Alvin mengutarakan jika konsep interaktif seperti itu akan lebih seru apabila disuguhkan melalui genre horor. Versi interaktif rencananya akan bisa disaksikan melalui Zoom dengan pemutaran terbatas bagi 2.000 orang saja. Masing-masing penonton nantinya akan mendapatkan e-sertifikat dari Gambar Hidoep Sinema.
"Memang sengaja dibuat eksklusif, 2.000 orang akan menjadi saksi pemutaran film interaktif pertama di Indonesia, itu sejarah. Meski tidak ada sesi interaktif, dalam pemutaran di tiket live ini justru kami akan berikan extended scene version yang tidak ada di versi interaktif. Jadi kalau menonton lagi pun tidak ada ruginya," tuturnya.
Baca juga: Podcast Aplikasi Sayang Eps.3 Cewek Cantik Gak Akan Kesulitan Dapet Cowok
Menurut Alvin Rizky, produksi film Dengar tetap harus mengikuti protokol kesehatan , tidak melibatkan banyak orang, dan syuting di luar ruangan dilakukan malam hari sehingga tidak mengundang kerumunan. Meski disaksikan dari rumah, film ini tetap menyuguhkan kisah yang menarik bagi penonton.
Alvin, yang juga Founder Story Digilive, menuturkan bahwa proses casting dan rapat produksi dilakukan melalui Zoom meeting. Meski ini menjadi yang pertama di Tanah Air, menggunakan Zoom untuk produksi film pernah dieksekusi oleh film maker indie di Amerika Serikat. Alvin kemudian mengembangkan ide ini dengan berencana melakukan pemutaran film melalui media Zoom dan melibatkan penonton di rumah untuk berinteraksi dengan pemainnya.
"Karena pemutaran film akan dilakukan lewat Zoom, itu conference, membuat film bener digabung sesi live streaming, jadi pemeran kita selain di-record secara sinematografi, pemeran kita akan stand by di studio dengan set film sama. Artinya kalau penonton tiba-tiba disapa pemain itu enggak akan menyangka dan tentunya interaksi yang terjadi akan menarik sekali," paparnya di sela-sela jumpa pers di bilangan Tebet, Jakarta, belum lama ini.
Alvin mengutarakan jika konsep interaktif seperti itu akan lebih seru apabila disuguhkan melalui genre horor. Versi interaktif rencananya akan bisa disaksikan melalui Zoom dengan pemutaran terbatas bagi 2.000 orang saja. Masing-masing penonton nantinya akan mendapatkan e-sertifikat dari Gambar Hidoep Sinema.
"Memang sengaja dibuat eksklusif, 2.000 orang akan menjadi saksi pemutaran film interaktif pertama di Indonesia, itu sejarah. Meski tidak ada sesi interaktif, dalam pemutaran di tiket live ini justru kami akan berikan extended scene version yang tidak ada di versi interaktif. Jadi kalau menonton lagi pun tidak ada ruginya," tuturnya.
Lihat Juga :