Unhappy Achiever: Sudah Meraih Banyak, tapi Kenapa Tetap Tak Bahagia?

Senin, 14 Juni 2021 - 17:00 WIB
loading...
Unhappy Achiever: Sudah...
Seorang unhappy achiever sanggup meraih banyak pencapaian, tapi umumnya hal ini diraihnya demi orang lain. Foto/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Ketika berhasil mencapai sesuatu, biasanya orang akan merasa senang dan bangga pada dirinya. Namun, hal ini tidak berlaku bagi para unhappy achiever.

Bukannya menikmati keberhasilan yang sudah susah payah dikerjakannya, unhappy achiever justru langsung menargetkan pencapaian berikutnya.

Hal ini tentu saja bukan tanpa alasan. Mengutip Psychology Today , unhappy achiever selalu 'memaksa' dirinya berhasil mencapai suatu prestasi karena menurutnya, orang-orang baru menyadari dan menghargai keberadaannya kalau dia berhasil.

Mengukir prestasi dan mendorong diri untuk selalu berhasil menjadi candu bagi para unhappy achiever. Sayangnya, orang-orang di sekitarnya kadang melabelinya sebagai sosok yang terlalu ambis, maruk, dan tidak kenal rasa syukur. Padahal, mereka melakukannya untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya.

Namun, perilaku yang ditunjukkan oleh unhappy achiever juga tidak baik untuk kesehatan mental pengidapnya. Selain itu, seorang unhappy achiever cenderung kesal ketika melihat orang lain berhasil dan berpotensi berkomentar jahat terhadap orang lain.

Tanda-tanda seseorang termasuk unhappy achiever adalah merundung diri sendiri kalau melakukan kesalahan. Mereka punya ambisi yang tujuannya untuk membuktikan kepada orang lain dan bukan karena keinginan diri sendiri.

Kalau mereka berhasil mencapai prestasi tertentu langsung mengasosiasikannya dengan komentar orang lain dan bukannya menikmati momen tersebut untuk berterima kasih kepada diri sendiri. Mereka juga berpikiran negatif ketika melihat orang lain membagikan kisah keberhasilannya.

Baca Juga: 10 Kalimat Bijak Suga BTS untuk Bantu Kamu Jalani Masa Muda

Hidup dengan cara seperti itu mungkin memang memacu diri untuk selalu melakukan yang terbaik. Akan tetapi, menjadi unhappy achiever mengeluarkan terlalu banyak energi dan berdampak negatif bagi kesehatan mental diri sendiri maupun orang lain.
Lantas, apa yang bisa dilakukan oleh unhappy achiever untuk hidup lebih bahagia ? Yang berikut ini bisa dicoba.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Pentingnya Psikologi...
Pentingnya Psikologi Pengendalian Diri dalam Dunia Trading
Jurusan Unair dengan...
Jurusan Unair dengan Keketatan Tertinggi untuk SNBT 2026, Kedokteran Hingga Psikologi
Rekomendasi
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
Berita Terkini
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Infografis
Kapal Ikan Ilegal Tak...
Kapal Ikan Ilegal Tak Lagi Ditenggelamkan tapi Dihibahkan ke Nelayan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved