Markis Kido Pernah Idap Hipertensi, Yuk Kenali Pencegahannya
Senin, 14 Juni 2021 - 23:32 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas pada 2013 sebesar 25,8%.
Diperkirakan hanya 1/3 kasus hipertensi di Indonesia yang terdiagnosis, sementara sisanya tidak terdiagnosis.
Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia dr. Erwinanto, Sp. JP(K), FIHA mengatakan, seseorang menderita hipertensi dan tidak dikontrol akan menjadi kontributor tunggal yang utama untuk penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
“Setiap peningkatan darah 20/10 mm Hg akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner 2 kali lebih tinggi,” kata Eriwanto baru-baru ini.
Erwinanto menjelaskan, bahwa pada dasarnya hipertensi bisa dicegah dengan mengendalikan perilaku berisiko seperti merokok, diet yang tidak sehat (kurang konsumsi sayur dan buah, konsumsi garam berlebih), obesitas, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan stres.
Baca Juga : Aktivitas Berkebun Bisa Melindungi dari Hipertensi
Sementara itu, Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Premier Jatinegara, dr. Frits Reinier Wantian Suling, Sp.JP(K) mengungkapkan, saat ini hipertensi tercatat menjadi penyakit penyerta atau komorbid tertinggi dan berbahaya bagi pasien Covid-19 di dunia. Bahkan sangat diwaspadai karena dapat memicu kematian, akibat komplikasi antara keduanya.
Diperkirakan hanya 1/3 kasus hipertensi di Indonesia yang terdiagnosis, sementara sisanya tidak terdiagnosis.
Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia dr. Erwinanto, Sp. JP(K), FIHA mengatakan, seseorang menderita hipertensi dan tidak dikontrol akan menjadi kontributor tunggal yang utama untuk penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
“Setiap peningkatan darah 20/10 mm Hg akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner 2 kali lebih tinggi,” kata Eriwanto baru-baru ini.
Erwinanto menjelaskan, bahwa pada dasarnya hipertensi bisa dicegah dengan mengendalikan perilaku berisiko seperti merokok, diet yang tidak sehat (kurang konsumsi sayur dan buah, konsumsi garam berlebih), obesitas, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan stres.
Baca Juga : Aktivitas Berkebun Bisa Melindungi dari Hipertensi
Sementara itu, Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Premier Jatinegara, dr. Frits Reinier Wantian Suling, Sp.JP(K) mengungkapkan, saat ini hipertensi tercatat menjadi penyakit penyerta atau komorbid tertinggi dan berbahaya bagi pasien Covid-19 di dunia. Bahkan sangat diwaspadai karena dapat memicu kematian, akibat komplikasi antara keduanya.
Lihat Juga :