Tips untuk Dukung Anak dengan Karakter Pemalu
Jum'at, 18 Juni 2021 - 05:50 WIB
loading...
A
A
A
Penting untuk memberi anak kesempatan berbicara tentang apa yang mereka rasakan saat menghadapi dunia dan menjelajahi situasi baru. Koraly Perez-Edgar menyarankan, orangtua bisa tanyakan kepada anak tentang bagaimana harinya, apa yang ia sedang pikirkan hari ini, bagaimana perasaannya di sekolah.
Itu akan membantu orangtua memahami apakah rasa malu anak sudah mengganggu atau apakah anak merasa tak nyaman tanpa label apa pun dari orangtua. Ini tentang bagaimana membiarkan anak memberi tahu orangtuanya sampai mana batasan mereka dan orangtua bisa menghargai batasan tersebut.
Baca Juga: 5 Lagu Legendaris Indonesia Diaransemen Ulang dan Hadir dalam Mini Album
5. Tahu Kapan Minta Pertolongan
Jika Anda memperhatikan bahwa rasa malu anak sudah tampak ekstrem, contohnya mengamuk setiap kali diantar ke sekolah atau anak mengalami kesulitan berteman dan tampaknya situasi tak akan segera membaik, maka jangan buang waktu. Ada baiknya untuk memeriksakan anak ke dokter anak atau ahli kesehatan mental profesional.
“Yang harus dikhawatirkan adalah anak yang tidak pernah terbuka, tidak pernah bahagia masuk ke dalam berbagai situasi, dan anak yang tak bisa mendapatkan teman,” kata Koraly.
Ingat, pada intinya sebagai orangtua, menerima anak adalah kunci utama. Sama sekali tidak ada yang salah dengan menjadi pemalu dan pendiam, dan orangtua harus menjelaskan kepada anak bahwa Anda sebagai orangtua menyukai kepribadian anak Anda apa adanya.
Itu akan membantu orangtua memahami apakah rasa malu anak sudah mengganggu atau apakah anak merasa tak nyaman tanpa label apa pun dari orangtua. Ini tentang bagaimana membiarkan anak memberi tahu orangtuanya sampai mana batasan mereka dan orangtua bisa menghargai batasan tersebut.
Baca Juga: 5 Lagu Legendaris Indonesia Diaransemen Ulang dan Hadir dalam Mini Album
5. Tahu Kapan Minta Pertolongan
Jika Anda memperhatikan bahwa rasa malu anak sudah tampak ekstrem, contohnya mengamuk setiap kali diantar ke sekolah atau anak mengalami kesulitan berteman dan tampaknya situasi tak akan segera membaik, maka jangan buang waktu. Ada baiknya untuk memeriksakan anak ke dokter anak atau ahli kesehatan mental profesional.
“Yang harus dikhawatirkan adalah anak yang tidak pernah terbuka, tidak pernah bahagia masuk ke dalam berbagai situasi, dan anak yang tak bisa mendapatkan teman,” kata Koraly.
Ingat, pada intinya sebagai orangtua, menerima anak adalah kunci utama. Sama sekali tidak ada yang salah dengan menjadi pemalu dan pendiam, dan orangtua harus menjelaskan kepada anak bahwa Anda sebagai orangtua menyukai kepribadian anak Anda apa adanya.
(tsa)
Lihat Juga :