Cara Sehat Isolasi Mandiri di Rumah bagi Pasien Bergejala Ringan
Kamis, 01 Juli 2021 - 23:32 WIB
loading...
Foto Ilustrasi/Sky News
A
A
A
JAKARTA - Meningkatnya kasus positif COVID-19 saat ini membuat pemerintah mengambil kebijakan agar pasien tanpa gejala atau yang bergejala ringan melakukan perawatan isolasi mandiri . Hal ini untuk mengurangi beban rumah sakit yang diprioritaskan untuk merawat pasien bergejala sedang dan berat yang memerlukan perawatan intensif.
Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Penyakit Dalam Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD (K-Psi) menyebutkan, saat ini tenaga kesehatan yang ada di RSDC Wisma Atlet kelelahan akibat banyaknya pasien yang mesti ditangani.
Baca Juga: Selama PPKM Darurat, Mal Ditutup, Apotek Boleh Buka 24 Jam
“Perlu rencana mitigasi untuk menjaga masyarakat tidak jatuh sakit. Apabila masyarakat tidak sakit, maka kapasitas rumah sakit tak akan penuh sehingga tenaga kesehatan kita tidak kelelahan merawat pasien,” terangnya dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN, belum lama ini.
Menurut dr. Andi, masyarakat jangan terlalu fokus menyalahkan adanya varian COVID-19, tapi kunci dari pencegahannya adalah masker. “Masker dua lapis menurut penelitian Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dikatakan mampu meningkatkan proteksi dari 60%-80% menjadi 90%,” kata dr. Andi.
Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Penyakit Dalam Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD (K-Psi) menyebutkan, saat ini tenaga kesehatan yang ada di RSDC Wisma Atlet kelelahan akibat banyaknya pasien yang mesti ditangani.
Baca Juga: Selama PPKM Darurat, Mal Ditutup, Apotek Boleh Buka 24 Jam
“Perlu rencana mitigasi untuk menjaga masyarakat tidak jatuh sakit. Apabila masyarakat tidak sakit, maka kapasitas rumah sakit tak akan penuh sehingga tenaga kesehatan kita tidak kelelahan merawat pasien,” terangnya dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN, belum lama ini.
Menurut dr. Andi, masyarakat jangan terlalu fokus menyalahkan adanya varian COVID-19, tapi kunci dari pencegahannya adalah masker. “Masker dua lapis menurut penelitian Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dikatakan mampu meningkatkan proteksi dari 60%-80% menjadi 90%,” kata dr. Andi.
Lihat Juga :