Waspadai Dampak Gangguan Tiroid pada Kesuburan
Rabu, 27 Mei 2020 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
"Kami ingin semakin banyak wanita mendapatkan skrining kadar hormon tiroid secara lengkap, juga semakin banyak dokter yang paham nilai kadar hormon tiroid yang optimal selama kehamilan. Hal ini untuk memastikan kesehatan sebelum, selama, dan setelah kehamilan sehingga mereka tidak akan menderita selama masa penting kehidupan tersebut," timpal Roguz.
Hasil survey menunjukkan, 42% responden paham bahwa sangat penting untuk memeriksa kadar hormon tiroid selama masa kehamilan dan hanya 25% responden yang paham bahwa ibu yang sebelumnya tidak memiliki riwayat gangguan tiroid dapat mengalami gangguan tiroid dalam satu tahun setelah melahirkan atau sebuah kondisi yang disebut dengan tiroiditis pascamelahirkan.
Selain itu, 35% responden paham bahwa bayi baru lahir (kurang dari satu bulan) harus diperiksakan apakah mengalami hipotiroid kongenital (tiroid kurang aktif yang muncul akibat bawaan lahir) untuk mengetahui apakah bayi lahir dengan kelenjar tiroid yang tidak berkembang dan membutuhkan pengobatan. (Baca Juga: Cara Jaga Kebersihan Perlengkapan Bayi di Masa Pandemi )
“Merck bangga dapat bermitra dengan Thyroid Federation International dan ThyroidChange untuk meningkatkan kesadaran akan dampak gangguan tiroid yang tidak diobati terhadap kesehatan ibu dan bayi. Kami percaya, dengan akses terhadap informasi yang tepat, masyarakat dapat mengenali gejala-gejala gangguan tiroid dan tahu kapan harus memeriksakan diri ke dokter serta melakukan tes darah sederhana untuk memeriksa fungsi kelenjar tiroid mereka,” ungkap Evie Yulin, Presiden Direktur PT Merck Tbk.
Adapun survei yang dilakukan oleh YouGov untuk Merck itu dilakukan pada 24 Maret-6 April 2020 dengan total responden sebanyak 2.147 orang dewasa.
Hasil survey menunjukkan, 42% responden paham bahwa sangat penting untuk memeriksa kadar hormon tiroid selama masa kehamilan dan hanya 25% responden yang paham bahwa ibu yang sebelumnya tidak memiliki riwayat gangguan tiroid dapat mengalami gangguan tiroid dalam satu tahun setelah melahirkan atau sebuah kondisi yang disebut dengan tiroiditis pascamelahirkan.
Selain itu, 35% responden paham bahwa bayi baru lahir (kurang dari satu bulan) harus diperiksakan apakah mengalami hipotiroid kongenital (tiroid kurang aktif yang muncul akibat bawaan lahir) untuk mengetahui apakah bayi lahir dengan kelenjar tiroid yang tidak berkembang dan membutuhkan pengobatan. (Baca Juga: Cara Jaga Kebersihan Perlengkapan Bayi di Masa Pandemi )
“Merck bangga dapat bermitra dengan Thyroid Federation International dan ThyroidChange untuk meningkatkan kesadaran akan dampak gangguan tiroid yang tidak diobati terhadap kesehatan ibu dan bayi. Kami percaya, dengan akses terhadap informasi yang tepat, masyarakat dapat mengenali gejala-gejala gangguan tiroid dan tahu kapan harus memeriksakan diri ke dokter serta melakukan tes darah sederhana untuk memeriksa fungsi kelenjar tiroid mereka,” ungkap Evie Yulin, Presiden Direktur PT Merck Tbk.
Adapun survei yang dilakukan oleh YouGov untuk Merck itu dilakukan pada 24 Maret-6 April 2020 dengan total responden sebanyak 2.147 orang dewasa.
(tsa)
Lihat Juga :