Musik dan Menyanyi Bisa Jadi Terapi COVID-19? Begini Penjelasan Pakar
Senin, 19 Juli 2021 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Lydia menjelaskan bahwa musik benar-benar membantunya pulih dari kondisi tak nyaman tersebut. Sudah dekat dengan musik sejak usia 5 tahun membuatnya benar-benar merasa dekat dengan musik dan ternyata lewat musik jugalah dia merasa membaik dari infeksi COVID-19.
Baca Juga: Benarkah Konsumsi Vitamin D Berlebih Sebabkan Gangguan Ginjal dan Imunitas? Ini Faktanya
"Saya mulai les biola saat usia 5 tahun, lalu beralih ke musik folk di usia 6 tahun. Saya juga aktif sebagai penyanyi paduan suara di usia 12 tahun. Saat pandemi, saya pun bergabung dengan paduan suara virtual lintas negara," ceritanya.
Salah satu kegiatan yang dilakukan paduan suara virtual itu adalah mempelajari lagu drama Yoruba dari Nigeria, lagu tradisional dari Sevdalinka di Bosnia dan Herzegovina, Appalachian standard, lagu rakyat dari Gilan, Iran, dan banyak lagi.
Nah, terkait lagu yang bisa membuat Lydia lebih lega saat bernapas adalah 'French Canadian Drinking Song'. "Saat saya menguasai lagu tersebut, saya merasa lega secara fisik maupun emosional. Saya selalu nyanyikan lagu itu saat saya sesak napas," terangnya.
Diterangkan dalam laporan SCMP tersebut, jauh sebelum COVID-19 datang, terapi musik untuk penyembuhan penyakit pernapasan sudah cukup populer, khususnya bagi pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan asma.
"Napas yang lebih panjang dapat membantu meningkatkan relaksasi dan mengurangi respons stres tubuh," kata Seneca Block, seorang pengawas terapi musik dan seni di sistem kesehatan Universitas Hospitals di negara bagian Ohio, Amerika Serikat.
Baca Juga: Benarkah Konsumsi Vitamin D Berlebih Sebabkan Gangguan Ginjal dan Imunitas? Ini Faktanya
"Saya mulai les biola saat usia 5 tahun, lalu beralih ke musik folk di usia 6 tahun. Saya juga aktif sebagai penyanyi paduan suara di usia 12 tahun. Saat pandemi, saya pun bergabung dengan paduan suara virtual lintas negara," ceritanya.
Salah satu kegiatan yang dilakukan paduan suara virtual itu adalah mempelajari lagu drama Yoruba dari Nigeria, lagu tradisional dari Sevdalinka di Bosnia dan Herzegovina, Appalachian standard, lagu rakyat dari Gilan, Iran, dan banyak lagi.
Nah, terkait lagu yang bisa membuat Lydia lebih lega saat bernapas adalah 'French Canadian Drinking Song'. "Saat saya menguasai lagu tersebut, saya merasa lega secara fisik maupun emosional. Saya selalu nyanyikan lagu itu saat saya sesak napas," terangnya.
Diterangkan dalam laporan SCMP tersebut, jauh sebelum COVID-19 datang, terapi musik untuk penyembuhan penyakit pernapasan sudah cukup populer, khususnya bagi pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan asma.
"Napas yang lebih panjang dapat membantu meningkatkan relaksasi dan mengurangi respons stres tubuh," kata Seneca Block, seorang pengawas terapi musik dan seni di sistem kesehatan Universitas Hospitals di negara bagian Ohio, Amerika Serikat.
Lihat Juga :