Ternyata Tidur Bisa Turunkan Berat Badan, Bagaimana Caranya?

Kamis, 22 Juli 2021 - 06:36 WIB
loading...
Ternyata Tidur Bisa Turunkan Berat Badan, Bagaimana Caranya?
Foto Ilustrasi/Freepik
A A A
JAKARTA - Jika Anda sedang ingin menurunkan berat badan , hanya mengikuti diet dan olahraga rutin tidak akan ada gunanya. Untuk penurunan berat badan yang tepat, seseorang perlu fokus pada faktor-faktor lain juga.

Faktor lain seperti jumlah tidur yang Anda dapatkan, stres, dan berbagai kebiasaan lain ikut memainkan peran kunci dalam penurunan berat badan. Jumlah jam tidur setara dengan diet yang kita ikuti dan olahraga yang kita lakukan.

Baca Juga: Air Kelapa Dicampur Garam dan Jeruk Nipis Bisa Obati Covid-19? Ini Penjelasan Dokter

Sayang, banyak orang masih kurang tidur. Hampir 30%-40% orang dewasa tidak tidur lebih dari lima jam setiap hari. Kurang tidur menyebabkan iritasi, mendorong perubahan suasana hati, dan memengaruhi sistem pencernaan kita dalam banyak cara.

Beberapa penelitian menyatakan bahwa tidur mungkin menjadi faktor yang hilang bagi banyak orang yang ingin berjuang menurunkan berat badan. Melansir laman Pinkvilla Rabu (21/7), berikut adalah alasan mengapa cukup tidur dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

1. Kurang Tidur Tingkatkan Nafsu Makan

Orang yang kurang tidur cenderung makan lebih banyak daripada yang cukup tidur. Itu terjadi karena tidur memengaruhi dua hormon kelaparan yakni ghrelin dan leptin. Ghrelin memberi sinyal rasa lapar di otak. Leptin yang dilepaskan dari sel-sel lemak menekan rasa lapar dan memberi sinyal rasa kenyang di otak.

Jadi, ketika Anda kurang tidur, tubuh membuat lebih banyak ghrelin dan lebih sedikit leptin, membuat Anda lapar serta meningkatkan nafsu makan. Selain itu, kortisol -hormon stres dalam tubuh- lebih tinggi ketika kita tidak cukup tidur, yang kemudian juga menyebabkan nafsu makan meningkat.

2. Kurang Tidur Tingkatkan Asupan Kalori

Orang yang kurang tidur cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori. Peningkatan kalori ini disebabkan oleh meningkatnya nafsu makan dan pilihan makanan yang buruk yang kita buat untuk mengekang rasa lapar.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kalori ekstra dikonsumsi sebagai camilan setelah makan malam. Karena tidak tidur tepat waktu, kebanyakan orang terjaga sampai larut malam, yang mendorong mereka untuk mengunyah beberapa makanan ringan sambil menonton TV, membaca beberapa buku, atau mengerjakan sesuatu.

Baca Juga: Bukan Rebutan Kamar RS, Ini Hal Pertama yang Dilakukan Jika Terkonfirmasi Positif COVID-19

3. Kurang Tidur Pengaruhi Metabolisme

Tingkat metabolisme istirahat (RMR) adalah jumlah kalori yang Anda bakar saat tidur. Ini dipengaruhi oleh usia, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, dan massa otot. Tetapi, penelitian juga menyatakan bahwa kurang tidur menurunkan RMR.

4. Kurang Tidur Sebabkan Sel Jadi Resisten Insulin

Insulin adalah hormon yang melewati gula dari aliran darah ke sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi. Ketika sel-sel dalam tubuh menjadi resisten insulin, lebih banyak gula tetap berada dalam aliran darah dan tubuh memproduksi lebih banyak insulin untuk mengimbanginya.

Kelebihan insulin membuat Anda lebih lapar dan memberi tahu tubuh untuk menyimpan lebih banyak kalori sebagai lemak. Dan semua ini terjadi karena kurang tidur dapat menyebabkan sel menjadi resisten terhadap insulin.

Baca Juga: Apa yang Perlu Dilakukan jika Pasien Covid-19 Terlanjur Minum Azithromycin?

5. Kurang Tidur Faktor Utama Terjadinya Obesitas

Kurang tidur berulang kali dikaitkan dengan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi dan penambahan berat badan. Orang yang tidur kurang dari 7 jam mengalami kenaikan berat badan lebih dari yang lain. Untuk mencapai berat badan ideal, tidurlah tepat waktu dan biarkan tubuh Anda beristirahat setidaknya 7 jam.
(tsa)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3698 seconds (11.210#12.26)