COVID-19 Menginfeksi Banyak Anak, Apa Perbedaan Gejalanya dengan Orang Dewasa?
Kamis, 22 Juli 2021 - 19:45 WIB
loading...
Foto Ilustrasi/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Meski dinilai lebih kebal terserang COVID-19 , namun kelompok anak juga bisa mengalami kasus fatal jika terinfeksi.
Spesialis Anak dr. Reza Fahlevi mengatakan, saat ini varian COVID-19 Delta yang menginfeksi masyarakat lebih mudah menempel dan menginfeksi anak-anak . Penelitian menyebutkan, ada sekita 12,8% kasus COVID-19 pada anak dan sekira 1%-nya berakibat fatal.
Baca Juga: Benarkah Azitromisin dan Oseltamivir Sebabkan Interaksi Obat? Ini Penjelasannya
Tentu sada perbedaan mendasar terkait COVID-19 pada anak dan orang dewasa. Sebab, COVID-19 pada anak agak sulit terdeteksi karena keterbatasan mereka dalam berkomunikasi. Alhasil, perhatian dan kesigapan dari orangtua memegang peranan kunci untuk selalu mengawasi serta melihat perubahan yang terjadi pada anak.
“Gejala COVID-19 cakupannya luas. Mulai dari tanpa gejala hingga membutuhkan alat bantu pernapasan dan alat pacu jantung. Cuma terkadang anak sulit untuk mengungkapkan gejalanya karena mereka juga sulit untuk mengkomunikasikannya. Jadi orangtua harus aware dengan perubahan tingkah lakunya,” kata dr. Reza dalam Live Instagram Series bersama Okezone dan SINDOnews bertema COVID-19 pada Anak: Gejala dan Panduan Isoman, Kamis (22/7).
Spesialis Anak dr. Reza Fahlevi mengatakan, saat ini varian COVID-19 Delta yang menginfeksi masyarakat lebih mudah menempel dan menginfeksi anak-anak . Penelitian menyebutkan, ada sekita 12,8% kasus COVID-19 pada anak dan sekira 1%-nya berakibat fatal.
Baca Juga: Benarkah Azitromisin dan Oseltamivir Sebabkan Interaksi Obat? Ini Penjelasannya
Tentu sada perbedaan mendasar terkait COVID-19 pada anak dan orang dewasa. Sebab, COVID-19 pada anak agak sulit terdeteksi karena keterbatasan mereka dalam berkomunikasi. Alhasil, perhatian dan kesigapan dari orangtua memegang peranan kunci untuk selalu mengawasi serta melihat perubahan yang terjadi pada anak.
“Gejala COVID-19 cakupannya luas. Mulai dari tanpa gejala hingga membutuhkan alat bantu pernapasan dan alat pacu jantung. Cuma terkadang anak sulit untuk mengungkapkan gejalanya karena mereka juga sulit untuk mengkomunikasikannya. Jadi orangtua harus aware dengan perubahan tingkah lakunya,” kata dr. Reza dalam Live Instagram Series bersama Okezone dan SINDOnews bertema COVID-19 pada Anak: Gejala dan Panduan Isoman, Kamis (22/7).
Lihat Juga :