Benarkah Azitromisin dan Oseltamivir Sebabkan Interaksi Obat? Ini Penjelasannya
Kamis, 22 Juli 2021 - 16:11 WIB
loading...
Saat ini, penelitian dan pengetahuan terus berkembang dengan tujuan untuk membuat peradaban manusia menjadi lebih baik. / Foto: ilustrasi/dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sejak pemerintah memutuskan bahwa Azitromisin dan Oseltamivir tidak lagi diberikan kepada pasien Covid-19 , kabar miring terus berkembang mengenai dua obat tersebut. Bahkan ada kabar yang menyebutkan bahwa Oseltamivir adalah obat setan yang berbahaya dan memicu terjadinya interaksi obat seperti yang sedang viral dibicarakan beberapa waktu lalu.
Baca juga: Perlukah Test PCR Dilakukan Usai Isoman? Ini Penjelasannya!
Menanggapi kabar tersebut, Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i melalui akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, Kamis (22/7) menegaskan bahwa saat ini penelitian dan pengetahuan terus berkembang dengan tujuan untuk membuat peradaban manusia menjadi lebih baik.
Azitromizin dan Oseltamivir tidak lagi diberikan kepada pasien Covid-19 bukan karena bahaya interaksi obat . Melainkan karena belum terbukti efektif pada pasien Covid-19 tanpa gejala dan ringan, serta pertimbangan potensi resistensi bakteri dan virus. Meski demikian, masih dapat diberikan pada pasien Covid-19 jika ada indikasi dari dokter.
"Jangan minum antibiotik dan antivirus apapun sembarangan karena dapat menyebabkan resistensi kedua obat tersebut dan berpotensi mengancam nyawa manusia secara luas bukan hanya personal. Karena bakteri atau virus yang kebal tersebut dapat juga menyebar luas," terang dr. Fajri.
Baca juga: Perlukah Test PCR Dilakukan Usai Isoman? Ini Penjelasannya!
Menanggapi kabar tersebut, Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i melalui akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, Kamis (22/7) menegaskan bahwa saat ini penelitian dan pengetahuan terus berkembang dengan tujuan untuk membuat peradaban manusia menjadi lebih baik.
Azitromizin dan Oseltamivir tidak lagi diberikan kepada pasien Covid-19 bukan karena bahaya interaksi obat . Melainkan karena belum terbukti efektif pada pasien Covid-19 tanpa gejala dan ringan, serta pertimbangan potensi resistensi bakteri dan virus. Meski demikian, masih dapat diberikan pada pasien Covid-19 jika ada indikasi dari dokter.
"Jangan minum antibiotik dan antivirus apapun sembarangan karena dapat menyebabkan resistensi kedua obat tersebut dan berpotensi mengancam nyawa manusia secara luas bukan hanya personal. Karena bakteri atau virus yang kebal tersebut dapat juga menyebar luas," terang dr. Fajri.
Lihat Juga :