5 Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak Saat Pandemi Covid-19
Jum'at, 23 Juli 2021 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
Fathya mengatakan, banyak anak mengalami stres karena tekanan yang terjadi di rumah selama pandemi Covid-19. Menurutnya, perubahan perilaku dan emosional serta adanya keluhan fisik pada anak adalah beberapa ciri stres yang bisa dialami anak.
2. Jaga keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan
Menurut Fathya, orang tua perlu saling berkompromi setiap hari atas peran dan tugas yang dijalani. Tentukan mana yang menjadi prioritas dan kapan saatnya perlu fokus ke keluarga. Ia menambahkan, pasangan suami istri bisa berbagi tugas. Tak hanya ibu, ayah juga harus bisa membagi waktu dengan anaknya sehingga hubungan mereka bisa lebih dekat lagi.
Baca Juga : 3 Langkah Turunkan Angka Kasus Covid-19 di Indonesia, Apa Saja?
3. Komunikasikan emosi
Kepekaan orang tua untuk mendeteksi perilaku stres pada anak sangat dibutuhkan demi menjaga kesehatan mental keluarga. Caranya bisa dengan mengomunikasikan atau menanyakan emosi dengan anak secara jujur agar tahu kebutuhan anak. Dengan mengomunikasikan secara jujur, orang tua dan anak akan dapat menyusun strategi untuk saling menenangkan emosi yang dirasakan. Pahami juga bahwa semua emosi yang dirasakan itu benar dan diterima.
2. Jaga keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan
Menurut Fathya, orang tua perlu saling berkompromi setiap hari atas peran dan tugas yang dijalani. Tentukan mana yang menjadi prioritas dan kapan saatnya perlu fokus ke keluarga. Ia menambahkan, pasangan suami istri bisa berbagi tugas. Tak hanya ibu, ayah juga harus bisa membagi waktu dengan anaknya sehingga hubungan mereka bisa lebih dekat lagi.
Baca Juga : 3 Langkah Turunkan Angka Kasus Covid-19 di Indonesia, Apa Saja?
3. Komunikasikan emosi
Kepekaan orang tua untuk mendeteksi perilaku stres pada anak sangat dibutuhkan demi menjaga kesehatan mental keluarga. Caranya bisa dengan mengomunikasikan atau menanyakan emosi dengan anak secara jujur agar tahu kebutuhan anak. Dengan mengomunikasikan secara jujur, orang tua dan anak akan dapat menyusun strategi untuk saling menenangkan emosi yang dirasakan. Pahami juga bahwa semua emosi yang dirasakan itu benar dan diterima.
Lihat Juga :