Pencernaan Semakin Sehat dengan Puasa Syawal
Kamis, 28 Mei 2020 - 08:26 WIB
loading...
Puasa Syawal selama enam hari setelah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri banyak memberikan manfaat. Tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi dari sisi medis, puasa Syawal sangat baik untuk kesehatan. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Puasa Syawal selama enam hari setelah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri banyak memberikan manfaat. Tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi dari sisi medis, puasa Syawal sangat baik untuk kesehatan.
Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, spesialis penyakit dalam konsultan gastro entero hepatologi menjelaskan, puasa Syawal bagus untuk sistem pencernaan. Terutama untuk menyesuaikan keadaan setelah menjalankan puasa Ramadhan selama 30 hari dan Lebaran.
"Sebenarnya Islam sendiri sudah memberikan solusi, yaitu puasa Syawal. Sebenarnya adalah solusi ketika kita full puasa 30 hari. Kalau tiba-tiba kita langsung makan aja, ini kan kita dikasih break Lebaran. Kemudian kita memulainya lagi dengan puasa Syawal itu, sebenarnya salah satu solusinya," jelas Prof Ari saat live Instagram beberapa waktu lalu.
"Biar sistem pencernaan kita juga menyesuaikan dengan keadaan. Tapi yang terpenting, kita adalah sudah bisa menjaga asupan makanan (selama puasa Ramadhan) dan seharusnya bisa dipertahankan lagi. Artinya jumlah makanan harus dikurangi. Nasinya, lauknya," tambahnya. (Baca juga; Puasa Syawal, Pahalanya Seperti Puasa Setahun Penuh )
Adapun puasa Syawal dikatakan Prof Ari adalah melanjutkan jadwal makan yang teratur selama puasa Ramadhan. Hal ini tentunya akan berdampak baik bagi kesehatan pencernaan. Adapun hal baik yang terjadi saat menjalankan puasa Ramadhan. Mulai dari kadar kolesterol jahat turun dan kadar kolesterol baik meningkat.
Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, spesialis penyakit dalam konsultan gastro entero hepatologi menjelaskan, puasa Syawal bagus untuk sistem pencernaan. Terutama untuk menyesuaikan keadaan setelah menjalankan puasa Ramadhan selama 30 hari dan Lebaran.
"Sebenarnya Islam sendiri sudah memberikan solusi, yaitu puasa Syawal. Sebenarnya adalah solusi ketika kita full puasa 30 hari. Kalau tiba-tiba kita langsung makan aja, ini kan kita dikasih break Lebaran. Kemudian kita memulainya lagi dengan puasa Syawal itu, sebenarnya salah satu solusinya," jelas Prof Ari saat live Instagram beberapa waktu lalu.
"Biar sistem pencernaan kita juga menyesuaikan dengan keadaan. Tapi yang terpenting, kita adalah sudah bisa menjaga asupan makanan (selama puasa Ramadhan) dan seharusnya bisa dipertahankan lagi. Artinya jumlah makanan harus dikurangi. Nasinya, lauknya," tambahnya. (Baca juga; Puasa Syawal, Pahalanya Seperti Puasa Setahun Penuh )
Adapun puasa Syawal dikatakan Prof Ari adalah melanjutkan jadwal makan yang teratur selama puasa Ramadhan. Hal ini tentunya akan berdampak baik bagi kesehatan pencernaan. Adapun hal baik yang terjadi saat menjalankan puasa Ramadhan. Mulai dari kadar kolesterol jahat turun dan kadar kolesterol baik meningkat.
Lihat Juga :