Ibunda Amanda Manopo Alami Koma sebelum Meninggal Dunia

loading...
Ibunda Amanda Manopo Alami Koma sebelum Meninggal Dunia
Henny Agustina Manopo. Foto/Instagram
JAKARTA - Ibunda Amanda Manopo meninggal dunia pada Minggu (25/7) kemarin. Wanita 57 tahun itu wafat usai mengidap COVID-19 dengan komorbid diabetes, dan sempat mengalami penggumpalan darah di otak hingga mengalami koma.

Hal tersebut diungkapkan oleh manajer Amanda Manopo, Ricco Richardo. Ia menyebut bahwa Henny Agustina Manopo mengalami koma sejak hari kedua dipindahkan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kemayoran, tepatnya pada 23 Juli 2021.

Baca Juga: Kronologi Ibunda Amanda Manopo Terpapar COVID-19 hingga Dinyatakan Meninggal

"(Meninggal karena) COVID dan ada penyakit bawaan, diabetes yang mengakibatkan penggumpalan darah di otak, kemudian sampai koma," ungkap Ricco.



"Komanya dari hari kedua masuk sini, hari pertama belum koma, hari pertama masih dadah-dadah pas di IGD, kita bawa dari Premier ke sini, masih sadar," sambungnya.

Sebelumnya Ricco mengatakan bahwa kedua orangtua Amanda sempat menjalani isolasi mandiri usia terpapar COVID-19 selama 14 hari. Namun, keadaan mereka, terutama sang ibunda, semakin menurun.

Kondisi drop istri Ramon Gauna Lugue itu terjadi saat malam takbiran Idul Adha yang jatuh pada 20 Juli 2021. Henny bahkan sudah menggunakan tabung oksigen untuk bernapas, hingga sempat tak bisa menggerakkan tangannya.

"Sampai terakhir malam takbir itu masih komunikasi, aku kan lagi telepon sama daddy, tapi diambil teleponnya, 'sini aku mau ngomong sama Ricco' tapi suaranya terbata-bata, agak sesak napas. Aku nggak apa-apa, aku lagi nonton Ikatan Cinta, aku happy lihat Manda, aku happy. Habis itu dia ngomong, 'mami nggak apa-apa kan ya Pi?' tapi suaranya kayak sesak," tutur Ricco.

Baca Juga: Sebelum Ibunda Meninggal Dunia, Amanda Manopo Hadiahi Kalung Berlian

"Besok paginya ditelepon mami habis makan, tangannya nggak bisa digerakin. Kita semua panik, kita telepon sana-sini, rumah sakit, terus Manda syuting akhirnya aku bawa ke Premier Bintaro. Di sana cuma dapat IGD doang, tapi kita cari yang ada ICU-nya, kita maksimalkan, kita dapat di sini (RS Mitra Keluarga Kemayoran)," jelasnya.



Ricco melanjutkan, "Dapat 4 hari naik-turun saturasi oksigennya sampai kemarin sempat bagus, hari pertama bagus, hari kedua turun. tadi pagi sempat bagus 90, siang saturasinya 70, terus kita doa, jam 3 Manda kasih tahu aku mami kritis lagi. Aku otw ke rumah sakit, jam 3 lewat aku wawancara, nggak lama mami udah nggak ada. Itu sekitar jam 4 sore," kisah Ricco.
(tsa)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top