Kemenparekraf Genjot Industri Kuliner dengan Promosikan Bumbu dan Rempah Indonesia di Luar Negeri

loading...
Kemenparekraf Genjot Industri Kuliner dengan Promosikan Bumbu dan Rempah Indonesia di Luar Negeri
Kemenparekraf Genjot Industri Kuliner dengan Promosikan Bumbu dan Rempah Indonesia di Luar Negeri. Foto/Kemenparekraf.
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan mempromosikan bumbu dan rempah-rempah khas Indonesia, sekaligus menggenjot industri kuliner Indonesia dengan pengembangan restoran Indonesia di luar negeri lewat program Indonesia Spice Up The World.

Ini merupakan salah satu upaya Kemenparakraf dalam bagian gastrodiplomasi. Memasarkan bumbu dan rempah-rempah Indonesia yang mana adalah komoditi ekspor menguntungkan lewat Indonesia Spice Up The World, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menggandeng 4000 restoran di berbagai penjuru dunia, baik yang sudah buka atau pun baru akan hadir.

“4000 restoran di seluruh dunia ini gabungan yang sudah eksis dan yang baru akan diinisiasi. Bentuknya kemitraan, seperti desain, jaringan penyediaan bumbu dan rempah dalam bentuk sachet, sehingga mereka dapat standar resep dan materi promosi terhadap produk pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia,” papar Sandiaga saat Weekly Press Briefing, Senin (26/7).

Sejauh ini, Kemenparekraf disebutkan Sandiaga terus berkoordinasi dengan KBRI dan KJRI di New York soal penguatan jejaring, pertemuan dengan penggiat kuliner, importir bumbu, hingga pengusaha restoran di New York yang ditunjuk memang jadi titik lokasi start karena dinilai punya nilai sejarah tinggi terkait jalur rempah dan bumbu Indonesia.



Baca Juga : Wamenparekraf Angela: Vaksinasi Upaya Bersama Tangani Pandemi Covid-19

“4000 restoran yang kita sasar jadi jejaring ini kita dorong di beberapa potensi pasar lainnya kayak Qatar. Jadi bukan di pasar Amerika Serikat saja,” lanjutnya.

Soal kesiapan dari dalam negeri, Sandi mengatakan para petani rempah-rempah Indonesia sendiri sudah siap.

“Dari sisi supply kita siap, dari hulunya kita siap. Tinggal koordinasikan berapa jumlahnya, nanti dari dunia usaha baik itu pengusaha besar atau UMKM bisa jadi kontributor gerakan Indonesia Spice Up The World ini,” pungkas Sandiaga.

Untuk diketahui, berdasarkan data, nilai ekspor bumbu atau rempah olahan dan komoditas atau rempah segar Indonesia mengalami tren positif dengan rata-rata pertumbuhan 2,95% dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pada 2020, nilai ekspor tercatat sebesar USD1,02 miliar.

Baca Juga : Kemenparekraf dan MNC Peduli Hadirkan Sentra Vaksinasi Covid-19

Sementara untuk target Indonesia Spice Up The World hingga 2024 mendatang, tercapainya peningkatan nilai ekspor bumbu dan rempah hingga USD2 miliar.
(dra)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top