Ogah Disebut Endorse COVID-19, Raffi Ahmad Pilih Rahasiakan Dirinya Pernah Terpapar

Rabu, 28 Juli 2021 - 15:21 WIB
loading...
Ogah Disebut Endorse COVID-19, Raffi Ahmad Pilih Rahasiakan Dirinya Pernah Terpapar
Raffi Ahmad. Foto/YouTube Ivan Gunawan
A A A
JAKARTA - Raffi Ahmad mengaku, sempat merahasiakan kalau dirinya terpapar COVID-19 . Pria 34 tahun itu sengaja tak mempublikasikan ikhwal kondisi kesehatannya itu lantaran tidak ingin dituduh menerima endorse COVID-19.

"Gue males. Masa orang COVID dibilang di-endorse. Makanya saat gue (positif kemaren), 'ah ya sudahlah gue diem aja'. Ini gue ngomong di podcast lo doang," kata Raffi melalui Podcast Pak Gun di akun YouTube Ivan Gunawan , dikutip Rabu (28/7).

Baca Juga: Tampak Tegar Dampingi Anak Pengobatan Leukemia, Denada Selalu Ingat Tuhan

Raffi mengaku, mampu sembuh dari COVID-19 dalam waktu 1-2 hari saja. Meski sudah dinyatan negatif dan tak merasakan gejala apa pun, ia memutuskan untuk memisahkan diri dari sang istri Nagita Slavina dan juga anggota keluarganya yang lain selama tiga minggu.

Raffi berujar, kesembuhannya dari COVID-19 yang terbilang cepat merupakan efek dari suntikan vaksin sebanyak dua kali. "Alhamdulillah, karena kemarin gue vaksin, jadi antibodinya kuat," katanya.

Raffi mengaku, hanya beberapa hari merasakan sedikit gejala COVID-19 karena imun dan vitamin D dalam tubuhnya bagus.

"Nggak ada (meriang), batuk ada sedikit. Gue nggak ada apa-apa, biasa aja. Sehari dua hari udah sembuh," sebut presenter asal Bandung ini.

"Mungkin karena gue sudah dua kali vaksin. Alhamdulillah, antibodinya kuat. Tapi kata dokter, vitamin D gue juga bagus," sambungnya.

Karena kejadian tersebut, Raffi menjadi lebih bersyukur. Bahkan dia senang diberi kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

"Gara-gara COVID, gue kan kena ini, gue jadi salat. Alhamdulillah cuma selewat (positifnya)," imbuhnya.

Baca Juga: Ditawari Boyongan ke AS, Bagaimana Respons El dan Dul?

Ayah Rafathar Malik Ahmad ini mengatakan, ketika dinyatakan positif COVID-19, kondisi saat itu banyak orang di sekitarnya yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus tersebut. Hal ini membuat dia ketakutan.

"Setiap hari gue mendengar kabar temen gue meninggal, orangtuanya meninggal. Jadi gue berpikir buat berubah," ujar Raffi.
(tsa)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1346 seconds (10.55#12.26)