6 Alasan Berdarah Setelah Berhubungan Seks, Bukan Tanda Keperawanan
Jum'at, 30 Juli 2021 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
5. Kanker serviks
Pendarahan vagina yang tidak normal adalah salah satu indikator awal kanker serviks . HPV yakni penyebab utama kanker serviks dapat menyebabkan mutasi pada sel-sel di lapisan serviks. Sel-sel serviks yang abnormal ini dapat menyebabkan berdarah setelah berhubungan seks.
"Jika seseorang datang dengan keluhan pendarahan pascacoital, atau pasca-seks, salah satu hal pertama yang kami lakukan adalah memeriksa riwayat pap smear mereka dan memastikan mereka up to date dengan skrining kanker serviks," jelas Bowman.
Baca Juga : Menkes Budi Gunadi Jelaskan Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir
6. Alat kontrasepsi
Semua jenis kontrol kelahiran yang mengandung estrogen, seperti patch atau kebanyakan pil, dapat menyebabkan kondisi yang disebut ektropion serviks yaitu. Ini merupakan kondisi yang tidak mengancam yang menyebabkan sel-sel di dalam serviks pindah ke saluran vagina. Karena sel-sel ini lebih lembut, penetrasi dapat menyebabkan berdarah.
Ektropion serviks juga sering terjadi pada wanita hamil, karena kadar estrogen meningkat secara alami selama kehamilan, dan selama masa remaja ketika wanita mengalami perubahan hormonal.
Pendarahan vagina yang tidak normal adalah salah satu indikator awal kanker serviks . HPV yakni penyebab utama kanker serviks dapat menyebabkan mutasi pada sel-sel di lapisan serviks. Sel-sel serviks yang abnormal ini dapat menyebabkan berdarah setelah berhubungan seks.
"Jika seseorang datang dengan keluhan pendarahan pascacoital, atau pasca-seks, salah satu hal pertama yang kami lakukan adalah memeriksa riwayat pap smear mereka dan memastikan mereka up to date dengan skrining kanker serviks," jelas Bowman.
Baca Juga : Menkes Budi Gunadi Jelaskan Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir
6. Alat kontrasepsi
Semua jenis kontrol kelahiran yang mengandung estrogen, seperti patch atau kebanyakan pil, dapat menyebabkan kondisi yang disebut ektropion serviks yaitu. Ini merupakan kondisi yang tidak mengancam yang menyebabkan sel-sel di dalam serviks pindah ke saluran vagina. Karena sel-sel ini lebih lembut, penetrasi dapat menyebabkan berdarah.
Ektropion serviks juga sering terjadi pada wanita hamil, karena kadar estrogen meningkat secara alami selama kehamilan, dan selama masa remaja ketika wanita mengalami perubahan hormonal.
(dra)
Lihat Juga :