5 Cara Sederhana Mencegah Diabetes Sejak Dini, Dijamin Efektif!
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
- Latihan resistensi
Latihan ketahanan — setidaknya 2 hingga 3 kali seminggu — meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan kemampuan Anda untuk mempertahankan kehidupan yang aktif. Latihan ketahanan termasuk angkat besi, yoga, dan senam.
- Ketidakaktifan terbatas.
Menghentikan aktivitas lama, seperti duduk di depan komputer, dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Luangkan waktu beberapa menit untuk berdiri, berjalan-jalan, atau melakukan aktivitas ringan setiap 30 menit.
Baca Juga: Mengenal Terapi GLP-1RA untuk Pasien Diabetes yang Sulit Kontrol Kadar Glikemik
3. Makan makanan nabati yang sehat
Tumbuhan menyediakan vitamin, mineral, dan karbohidrat dalam makanan Anda. Karbohidrat termasuk gula dan pati – sumber energi untuk tubuh Anda – dan serat.
Serat makanan, juga dikenal sebagai serat atau curah, adalah bagian dari makanan nabati yang tidak dapat dicerna atau diserap oleh tubuh Anda.
Makanan kaya serat meningkatkan penurunan berat badan dan menurunkan risiko diabetes. Makanlah berbagai makanan sehat dan kaya serat, yang meliputi:
- Buah-buahan, seperti tomat, paprika dan buah dari pohon
- Sayuran nonstarchy, seperti sayuran berdaun hijau, brokoli dan kembang kol
- Kacang-kacangan, seperti buncis, buncis dan lentil
- Biji-bijian utuh, seperti pasta dan roti gandum utuh, nasi gandum utuh, gandum utuh, dan quinoa
4. Makan lemak sehat
Makanan berlemak tinggi kalori dan harus dimakan dalam jumlah sedang. Untuk membantu menurunkan dan mengatur berat badan, diet Anda harus mencakup berbagai makanan dengan lemak tak jenuh, kadang-kadang disebut "lemak baik."
Lemak tak jenuh - baik lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda - meningkatkan kadar kolesterol darah yang sehat dan kesehatan jantung dan pembuluh darah yang baik.
Sumber lemak baik antara lain:
- Minyak zaitun, bunga matahari, safflower, biji kapas dan canola
- Kacang-kacangan dan biji-bijian, seperti almond, kacang tanah, biji rami dan biji labu
- Ikan berlemak, seperti salmon, mackerel, sarden, tuna, dan cod
Lemak jenuh, "lemak jahat", ditemukan dalam produk susu dan daging. Ini harus menjadi bagian kecil dari diet Anda. Anda dapat membatasi lemak jenuh dengan makan produk susu rendah lemak dan ayam tanpa lemak dan babi.
Latihan ketahanan — setidaknya 2 hingga 3 kali seminggu — meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan kemampuan Anda untuk mempertahankan kehidupan yang aktif. Latihan ketahanan termasuk angkat besi, yoga, dan senam.
- Ketidakaktifan terbatas.
Menghentikan aktivitas lama, seperti duduk di depan komputer, dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Luangkan waktu beberapa menit untuk berdiri, berjalan-jalan, atau melakukan aktivitas ringan setiap 30 menit.
Baca Juga: Mengenal Terapi GLP-1RA untuk Pasien Diabetes yang Sulit Kontrol Kadar Glikemik
3. Makan makanan nabati yang sehat
Tumbuhan menyediakan vitamin, mineral, dan karbohidrat dalam makanan Anda. Karbohidrat termasuk gula dan pati – sumber energi untuk tubuh Anda – dan serat.
Serat makanan, juga dikenal sebagai serat atau curah, adalah bagian dari makanan nabati yang tidak dapat dicerna atau diserap oleh tubuh Anda.
Makanan kaya serat meningkatkan penurunan berat badan dan menurunkan risiko diabetes. Makanlah berbagai makanan sehat dan kaya serat, yang meliputi:
- Buah-buahan, seperti tomat, paprika dan buah dari pohon
- Sayuran nonstarchy, seperti sayuran berdaun hijau, brokoli dan kembang kol
- Kacang-kacangan, seperti buncis, buncis dan lentil
- Biji-bijian utuh, seperti pasta dan roti gandum utuh, nasi gandum utuh, gandum utuh, dan quinoa
4. Makan lemak sehat
Makanan berlemak tinggi kalori dan harus dimakan dalam jumlah sedang. Untuk membantu menurunkan dan mengatur berat badan, diet Anda harus mencakup berbagai makanan dengan lemak tak jenuh, kadang-kadang disebut "lemak baik."
Lemak tak jenuh - baik lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda - meningkatkan kadar kolesterol darah yang sehat dan kesehatan jantung dan pembuluh darah yang baik.
Sumber lemak baik antara lain:
- Minyak zaitun, bunga matahari, safflower, biji kapas dan canola
- Kacang-kacangan dan biji-bijian, seperti almond, kacang tanah, biji rami dan biji labu
- Ikan berlemak, seperti salmon, mackerel, sarden, tuna, dan cod
Lemak jenuh, "lemak jahat", ditemukan dalam produk susu dan daging. Ini harus menjadi bagian kecil dari diet Anda. Anda dapat membatasi lemak jenuh dengan makan produk susu rendah lemak dan ayam tanpa lemak dan babi.
Lihat Juga :