Mengenal Tradisi Masyarakat Saat Malam 1 Suro di 4 Wilayah Jawa

Senin, 09 Agustus 2021 - 15:45 WIB
loading...
Mengenal Tradisi Masyarakat...
Tradisi Peringatan Malam 1 Suro. Foto/Ilustrasi/ist
A A A
JAKARTA - Malam 1 Muharram atau 1 Suro biasanya setiap daerah memiliki kebiasaan, atau tradisi dalam menyambutnya. Terlebih ritual-ritual secara turun temurun akan dilaksanakan setiap tahunnya.

Momen tersebut biasanya dilakukan sebagai waktu untuk introspeksi diri, dan lebih mendekatkan kepada Tuhan. Oleh karenanya, berikut ini ragam tradisi dalam menyambut malam 1 Suro . Seperti dilansir MNC Portal dari berbagai sumber:

Topo Bisu Mubeng Beteng, Yogyakarta

Masyarakat Yogyakarta pada malam 1 Suro, akan melakukan tradisi Topo Bisu Mubeng Beteng. Yakni suatu kepercayaan, mereka akan berjalan mengitari benteng Keraton tanpa menimbulkan suara sedikitpun.

Tradisi ini dilakukan sebagai suatu evaluasi diri yang diperbuat selama satu tahun. Biasanya Topo Bisu Mubeng Beteng ini dilakukan tengah malam atau bertepatan pada pukul 24.000 WIB.

Baca Juga: Peringati 1 Muharram 1442 H, Bupati Morowali Kunjungi Sejumlah Ponpes

Membersihkan Benda Pusaka, Jawa Tengah

Selanjutnya, pada malam 1 Suro masyarakat Jawa Tengah akan melakukan pembersihan atau mencuci benda pusaka, sebagai ritual wajib saat malam tersebut.

Benda-benda yang dibersihkan pada malam 1 Suro yaitu mulai dari keris, batu cincin, hingga sepeda-sepeda tua yang diturunkan secat turun menurun.

Kirab Kebo Bule, Surakarta, Jawa Tengah

Surakarta atau Solo memiliki tradisi khusus saat malam 1 Suro, yaitu Kirab Kebo Bule yang dilaksanakan di Keraton Kasunanan Surakarta.

Pada tradisi ini, nantinya masyarakat akan ikut mengarak kerbau dan berusaha menyentuh hewan ternak tersebut. Hal ini diyakini akan mendapatkan keberkahan setelah menyentuhnya.

Pembacaan Babad Cirebon, Cirebon, Jawa Barat

Cirebon juga memiliki tradisi khas saat malam 1 Suro. Badad Cirebon atau sejarah Cirebon akan dibacakan pada waktu sakral tersebut. Biasanya, prosesi ini digelar oleh keluarga Keraton Kanoman, Cirebon.

Kemudian mereka akan menarik replika kereta Paksi Nagaliman, dimana dulunya digunakan oleh Sunan Gunung Djati sebagai kendaraannya. Kereta tersebut diarak dari Keraton Kanoman, menuju makam Sunan Gunung Djati. Ritual ini dilakukan sebagai simbol meminta keselamatan.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Tradisi Malam 1 Suro,...
5 Tradisi Malam 1 Suro, Salah Satunya Sedekah Laut para Nelayan
Sinopsis Film Malam...
Sinopsis Film Malam Satu Suro (1988), Dibintangi Suzana
31 Ucapan Tahun Baru...
31 Ucapan Tahun Baru Islam 2023 Bahasa Indonesia yang Penuh Makna Harapan dan Doa Baik
5 Tempat Wisata yang...
5 Tempat Wisata yang Rutin Dijadikan Ritual Malam 1 Suro, Nomor 3 Kerap Dikaitkan Pesugihan
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Rekomendasi
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Jaksa Agung Singgung...
Jaksa Agung Singgung Wacana Peleburan Pidum-Pidsus demi Penanganan Perkara Lebih Efisien
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
Berita Terkini
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 3: Mila Makin Yakin Berpisah, Kondisi Efendi Kian memburuk
Dorong Ekosistem Lagu...
Dorong Ekosistem Lagu Anak Berkualitas, KILA 2026 Resmi Dibuka
V+Short Hadirkan Microdrama...
V+Short Hadirkan Microdrama Full Throttle Family, Kisah Mantan Pembalap yang Kembali ke Dunia Lama
Didukung Rieke Diah...
Didukung Rieke Diah Pitaloka, Nikita Mirzani Makin Optimistis Menang di Sidang PK
Archie dan Lilibet ke...
Archie dan Lilibet ke Inggris, Akankah Bertemu Anak-anak Pangeran William?
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Infografis
4 Tentara AS Tewas saat...
4 Tentara AS Tewas saat Latihan Tempur di Dekat Sekutu Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved