Diabetes dan Hipertensi Tingkatkan Risiko Stroke Pasien Covid-19
Rabu, 11 Agustus 2021 - 20:37 WIB
loading...
Diabetes dan Hipertensi Tingkatkan Risiko Stroke Pasien Covid-19. Foto/Ali Masduki.
A
A
A
JAKARTA - Diabetes dan hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko stroke pada pasien Covid-19 , termasuk pada orang yang lebih muda. Temuan ini berdasarkan studi yang dipimpin oleh tim di Universitas Southampton di Inggris.
Dilansir dari Times of India, Rabu (11/8) studi yang diterbitkan dalam jurnal Brain Communication ini meneliti 267 kasus masalah neurologis dan kejiwaan terkait Covid-19 di Inggris.
Dari 267 kasus, stroke adalah kondisi yang paling sering dilaporkan, mempengaruhi hampir setengah dari pasien. Lebih dari seperempat stroke terjadi pada pasien di bawah 60 tahun, banyak di antaranya memiliki faktor risiko yang dapat dimodifikasi yang berarti mereka sudah berisiko terkena stroke.
Kondisi umum lainnya termasuk delirium, kejadian psikiatri dan bukti kerusakan otak lainnya (ensefalopati). Lebih dari 10% pasien mengalami lebih dari satu kondisi neurologis, dan pasien ini lebih mungkin membutuhkan perawatan intensif dan ventilasi.
Baca Juga : Turunkan Kadar Gula Darah dengan Konsumsi Mangga Jenis Ini
"Sangat mengejutkan tidak hanya berapa banyak peristiwa neurologis dan psikiatri yang berbeda yang kami amati dalam penelitian ini, tetapi juga bahwa beberapa dari kondisi ini terjadi bersama-sama dalam pasien yang sama," kata Dr Amy Ross-Russell, rekan peneliti di Fasilitas Penelitian Klinis NIHR Southampton di Rumah Sakit Universitas Southampton NHS Foundation Trust.
Dilansir dari Times of India, Rabu (11/8) studi yang diterbitkan dalam jurnal Brain Communication ini meneliti 267 kasus masalah neurologis dan kejiwaan terkait Covid-19 di Inggris.
Dari 267 kasus, stroke adalah kondisi yang paling sering dilaporkan, mempengaruhi hampir setengah dari pasien. Lebih dari seperempat stroke terjadi pada pasien di bawah 60 tahun, banyak di antaranya memiliki faktor risiko yang dapat dimodifikasi yang berarti mereka sudah berisiko terkena stroke.
Kondisi umum lainnya termasuk delirium, kejadian psikiatri dan bukti kerusakan otak lainnya (ensefalopati). Lebih dari 10% pasien mengalami lebih dari satu kondisi neurologis, dan pasien ini lebih mungkin membutuhkan perawatan intensif dan ventilasi.
Baca Juga : Turunkan Kadar Gula Darah dengan Konsumsi Mangga Jenis Ini
"Sangat mengejutkan tidak hanya berapa banyak peristiwa neurologis dan psikiatri yang berbeda yang kami amati dalam penelitian ini, tetapi juga bahwa beberapa dari kondisi ini terjadi bersama-sama dalam pasien yang sama," kata Dr Amy Ross-Russell, rekan peneliti di Fasilitas Penelitian Klinis NIHR Southampton di Rumah Sakit Universitas Southampton NHS Foundation Trust.
Lihat Juga :