Menparekraf Ajak Pengembang Game Lokal Promosikan Destinasi Pariwisata Prioritas
Rabu, 11 Agustus 2021 - 22:02 WIB
loading...
Para pengembang game lokal didorong untuk menggunakan materi atau ikon pariwisata serta budaya Indonesia dalam karya mereka. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mendorong para pengembang game lokal untuk menggunakan materi atau ikon pariwisata serta budaya Indonesia dalam karya mereka. Di antaranya dengan mengambil latar lima destinasi pariwisata prioritas yang kini sedang dikembangkan pemerintah.
Baca juga: WHO Sebut Virus Marburg Mirip Ebola, 1 Kasus Kematian di Afrika Barat
"Alangkah baiknya jika di game yang di-develop, lokasinya ya di situ (destinasi pariwisata super prioritas ) sekalian kita mempromosikan pariwisata, misalnya gamenya di Borobudur atau Danau Toba. Salah satunya adalah untuk membangkitkan pariwisata juga sisi ekonomi kreatifnya," jelas Sandi dalam keterangannya, Rabu (11/8).
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar di industri game. Data Newzoo menyebutkan, pada periode 2016-2019 pendapatan industri game di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Pada 2019, Indonesia memperoleh pendapatan sebesar USD1,08 miliar dari industri game dan e-sports.
Tercatat ada 52 juta penduduk Indonesia yang merupakan gamer. Namun dari jumlah atau potensi pasar yang besar tersebut, sebagian besar masih dinikmati pengembang game dari luar negeri.
"Karenanya ayo kita hadirkan game lokal dengan melibatkan unsur lima destinasi pariwisata prioritas," ucap Sandi.
Menparekraf Sandi mengakui, developer game lokal Indonesia sudah memiliki banyak karya, dipublikasikan dan bahkan dimainkan oleh gamer di seluruh dunia. Namun tidak sedikit gamer maupun masyarakat umum di Indonesia yang tidak tahu dan tidak memainkan game karya developer lokal Indonesia.
Baca juga: WHO Sebut Virus Marburg Mirip Ebola, 1 Kasus Kematian di Afrika Barat
"Alangkah baiknya jika di game yang di-develop, lokasinya ya di situ (destinasi pariwisata super prioritas ) sekalian kita mempromosikan pariwisata, misalnya gamenya di Borobudur atau Danau Toba. Salah satunya adalah untuk membangkitkan pariwisata juga sisi ekonomi kreatifnya," jelas Sandi dalam keterangannya, Rabu (11/8).
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar di industri game. Data Newzoo menyebutkan, pada periode 2016-2019 pendapatan industri game di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Pada 2019, Indonesia memperoleh pendapatan sebesar USD1,08 miliar dari industri game dan e-sports.
Tercatat ada 52 juta penduduk Indonesia yang merupakan gamer. Namun dari jumlah atau potensi pasar yang besar tersebut, sebagian besar masih dinikmati pengembang game dari luar negeri.
"Karenanya ayo kita hadirkan game lokal dengan melibatkan unsur lima destinasi pariwisata prioritas," ucap Sandi.
Menparekraf Sandi mengakui, developer game lokal Indonesia sudah memiliki banyak karya, dipublikasikan dan bahkan dimainkan oleh gamer di seluruh dunia. Namun tidak sedikit gamer maupun masyarakat umum di Indonesia yang tidak tahu dan tidak memainkan game karya developer lokal Indonesia.
Lihat Juga :