Cara Atasi Feminine Issues pada Perempuan di Berbagai Usia
Kamis, 12 Agustus 2021 - 13:00 WIB
loading...
Dr Alfa menjelaskan isu feminisme dalam Media Gathering Layanan Gyn-Rose Clinic di RSU Bunda Jakarta, Selasa (10/8)./ Foto: Iman Firmansyah
A
A
A
Feminine Issues atau permasalahan kesehatan pada perempuan terjadi di berbagai usia mulai dari masa kanak-kanak hingga lanjut usia. Sejak balita, perempuan telah dihadapi dengan risiko-risiko masalah kesehatan pada organ reproduksi seperti perlekatan maupun tertutupnya bibir kemaluan.
Menginjak masa remaja, perempuan juga sering mengeluhkan rasa nyeri selama haid dan keputihan berulang. Keluhan-keluhan tersebut berlanjut hingga memasuki masa kehamilan sampai masa menopause.
Urogin dari Layanan Uroginekologi RSU Bunda Jakarta, Dr. Alfa P. Meutia, SpOG(K) mengatakan Pada masa kehamilan, seorang perempuan sering merasa kesulitan dalam mengontrol frekuensi buang air kecil. Hal ini juga terjadi pada perempuan lansia yang perlu menggunakan popok dalam kegiatan sehari-harinya.
Beberapa keluhan yang dirasakan adalah keluhan vagina melonggar, atrofi vagina, dan kondisi vagina yang kering. Beberapa perempuan paska menopause mengalami atrofi vagina yang dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual dan penurunan kualitas hidup.
Baca Juga: 5 Inspirasi Tampil Feminin di Usia 55 Tahun Ala Desiree Tarigan
“Selain itu, kondisi vagina yang kering juga dapat terjadi akibat penurunan kadar estrogen. Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri saat berhubungan dan lecet pada epitel vagina,” ucap Dr Alfa dalam Media Gathering Layanan Gyn-Rose Clinic di RSU Bunda Jakarta, Selasa (10/8).
Menurutnya, diperlukan beragam penanganan terkini untuk feminine issues pada berbagai usia, mulai dari intervensi perilaku, latihan otot, hingga pembedahan.
Menginjak masa remaja, perempuan juga sering mengeluhkan rasa nyeri selama haid dan keputihan berulang. Keluhan-keluhan tersebut berlanjut hingga memasuki masa kehamilan sampai masa menopause.
Urogin dari Layanan Uroginekologi RSU Bunda Jakarta, Dr. Alfa P. Meutia, SpOG(K) mengatakan Pada masa kehamilan, seorang perempuan sering merasa kesulitan dalam mengontrol frekuensi buang air kecil. Hal ini juga terjadi pada perempuan lansia yang perlu menggunakan popok dalam kegiatan sehari-harinya.
Beberapa keluhan yang dirasakan adalah keluhan vagina melonggar, atrofi vagina, dan kondisi vagina yang kering. Beberapa perempuan paska menopause mengalami atrofi vagina yang dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual dan penurunan kualitas hidup.
Baca Juga: 5 Inspirasi Tampil Feminin di Usia 55 Tahun Ala Desiree Tarigan
“Selain itu, kondisi vagina yang kering juga dapat terjadi akibat penurunan kadar estrogen. Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri saat berhubungan dan lecet pada epitel vagina,” ucap Dr Alfa dalam Media Gathering Layanan Gyn-Rose Clinic di RSU Bunda Jakarta, Selasa (10/8).
Menurutnya, diperlukan beragam penanganan terkini untuk feminine issues pada berbagai usia, mulai dari intervensi perilaku, latihan otot, hingga pembedahan.
Lihat Juga :