Ingin Jadi Lender Bijak di Fintech Pendanaan? Ini Solusinya!
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 17:46 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga : Jangan Lewatkan Kesempatan Raih Official T-Shirt Ikatan Cinta dengan Dukung Artis Favoritmu di Indonesian Digital Awards 2021
Adapun manfaat menjadi lender di antaranya menjadi pilihan untuk mengelola dana investasi dengan tepat dan pertimbangan yang matang. Fintech Pendanaan didukung teknologi yang mumpuni yang memungkinkan Anda untuk otomasikan dana investasi yang telah disiapkan.
Permohonan pinjaman hanya dapat diperoleh oleh peminjam yang sudah dievaluasi oleh sistem teknologi berbasis AI (artificial intelligence). Semua detail, syarat, dan ketentuan dibuka secara transparan sehingga tak ada biaya dan klausul yang merugikan. Ikut serta untuk mendukung peningkatan akses pembiayaan UMKM di Indonesia.
Sementara itu, risiko menjadi lender mencakup penarikan dana tidak dapat dilakukan secara bebas mengikuti jangka waktu pinjaman yang sudah dipilih di awal, lender harus mengikuti jangka waktu tersebut sampai bisa mengambil kembali dananya. Risiko gagal bayar.
Adanya risiko waktu tunggu ini juga dapat membuat pendanaan yang dilakukan berjalan kurang optimal. Beberapa platform P2P Lending memberikan waktu kepada peminjam untuk mengumpulkan dana dari berbagai lender di kampanye pinjamannya (proses crowdfunding).
Baca Juga : Sejarah Balap Karung, Lomba Populer Saat 17 Agustusan
Adapun manfaat menjadi lender di antaranya menjadi pilihan untuk mengelola dana investasi dengan tepat dan pertimbangan yang matang. Fintech Pendanaan didukung teknologi yang mumpuni yang memungkinkan Anda untuk otomasikan dana investasi yang telah disiapkan.
Permohonan pinjaman hanya dapat diperoleh oleh peminjam yang sudah dievaluasi oleh sistem teknologi berbasis AI (artificial intelligence). Semua detail, syarat, dan ketentuan dibuka secara transparan sehingga tak ada biaya dan klausul yang merugikan. Ikut serta untuk mendukung peningkatan akses pembiayaan UMKM di Indonesia.
Sementara itu, risiko menjadi lender mencakup penarikan dana tidak dapat dilakukan secara bebas mengikuti jangka waktu pinjaman yang sudah dipilih di awal, lender harus mengikuti jangka waktu tersebut sampai bisa mengambil kembali dananya. Risiko gagal bayar.
Adanya risiko waktu tunggu ini juga dapat membuat pendanaan yang dilakukan berjalan kurang optimal. Beberapa platform P2P Lending memberikan waktu kepada peminjam untuk mengumpulkan dana dari berbagai lender di kampanye pinjamannya (proses crowdfunding).
Baca Juga : Sejarah Balap Karung, Lomba Populer Saat 17 Agustusan
(dra)
Lihat Juga :