Dibantu Suami, Desainer Migi Rihasalay Dirikan Rumah Joglo sebagai Tempat Berkreasi Seni di Tanjung Lesung
Rabu, 18 Agustus 2021 - 21:56 WIB
loading...
Migi Rihasalay membangun sebuah tempat berkreasi seperti Rumah Joglo berkat dukungan suaminya, Andrew James. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menandai dibukanya Rumah Joglo di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, desainer Migi Rihasalay menggelar event dengan tajuk Indonesian Tempe Movement 2021. Rumah Joglo sendiri merupakan tempat berkreasi yang dirancang Migi untuk para seniman.
Rumah Joglo memang dirancang sebagai tempat atau ruang buat para seniman berkreasi. Tempat ini diharapkan akan menjadi rumah inspirasi bagi para pelaku seni untuk menciptakan karya-karya mereka. Sebagai langkah awal, Migi di Rumah Joglonya sudah menyiapkan satu event.
Baca Juga: Wastra Nusantara Virtual Market, Upaya Generasi Muda Hidupkan Fesyen Berkelanjutan
"Sebagai langkah awal kegiatan yang ada di Rumah Joglo ini, aku sama suami ingin mempersembahkan festival tempe bertajuk Indonesian Tempe Movement 2021 yang akan berisi kegiatan diskusi tentang asal-usul tempe, lomba membuat kreasi tempe, dan diskusi tentang bagaimana mengolah tempe bukan hanya sebagai makanan, tapi juga beragam produk lain," beber Migi kepada wartawan belum lama ini.
Migi dapat mewujudkan mimpinya membangun sebuah tempat berkreasi seperti Rumah Joglo berkat dukungan suaminya, Andrew James, yang merupakan warga negara Australia. Rumah-rumah joglo dari sejumlah daerah di Jawa mereka renovasi untuk didirikan kembali di Tanjung Lesung.
"Saya dan suami termasuk orang yang senang dengan budaya. Budaya dan bangunan dari tanah Jawa seperti rumah joglo aku hadirkan di Tanjung Lesung yang ke depannya akan menjadi lokasi pariwisata. Untuk menghadirkan Rumah Joglo ini, aku sama suami mencoba mengumpulkan beberapa rumah joglo yang hampir punah," ungkap Migi.
Untuk membangun kawasan budaya di tanah seluas 1 hektar itu, Migi mengaku membutuhkan biaya yang tak sedikit. Pasalnya, ia tidak hanya ingin membuat rumah joglo yang berasal dari rumah asli yang dibawanya ke kawasan tersebut, tapi juga membangun kembali rumah joglo itu menjadi rumah yang eksotis dan punya nilai seni tinggi. Dengan begitu, kelak Rumah Joglo akan menjadi peninggalan berharga buat generasi muda.
Rumah Joglo memang dirancang sebagai tempat atau ruang buat para seniman berkreasi. Tempat ini diharapkan akan menjadi rumah inspirasi bagi para pelaku seni untuk menciptakan karya-karya mereka. Sebagai langkah awal, Migi di Rumah Joglonya sudah menyiapkan satu event.
Baca Juga: Wastra Nusantara Virtual Market, Upaya Generasi Muda Hidupkan Fesyen Berkelanjutan
"Sebagai langkah awal kegiatan yang ada di Rumah Joglo ini, aku sama suami ingin mempersembahkan festival tempe bertajuk Indonesian Tempe Movement 2021 yang akan berisi kegiatan diskusi tentang asal-usul tempe, lomba membuat kreasi tempe, dan diskusi tentang bagaimana mengolah tempe bukan hanya sebagai makanan, tapi juga beragam produk lain," beber Migi kepada wartawan belum lama ini.
Migi dapat mewujudkan mimpinya membangun sebuah tempat berkreasi seperti Rumah Joglo berkat dukungan suaminya, Andrew James, yang merupakan warga negara Australia. Rumah-rumah joglo dari sejumlah daerah di Jawa mereka renovasi untuk didirikan kembali di Tanjung Lesung.
"Saya dan suami termasuk orang yang senang dengan budaya. Budaya dan bangunan dari tanah Jawa seperti rumah joglo aku hadirkan di Tanjung Lesung yang ke depannya akan menjadi lokasi pariwisata. Untuk menghadirkan Rumah Joglo ini, aku sama suami mencoba mengumpulkan beberapa rumah joglo yang hampir punah," ungkap Migi.
Untuk membangun kawasan budaya di tanah seluas 1 hektar itu, Migi mengaku membutuhkan biaya yang tak sedikit. Pasalnya, ia tidak hanya ingin membuat rumah joglo yang berasal dari rumah asli yang dibawanya ke kawasan tersebut, tapi juga membangun kembali rumah joglo itu menjadi rumah yang eksotis dan punya nilai seni tinggi. Dengan begitu, kelak Rumah Joglo akan menjadi peninggalan berharga buat generasi muda.
Lihat Juga :