Waspadai Beser serta Ngompol pada Lansia dan Laki-Laki
Kamis, 19 Agustus 2021 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
"Normalnya, sistem saraf parasimpatis akan melakukan stimulasi kontraksi otot-otot di kandung kemih dengan adanya reseptor muskarinik dan ????-1. Sementara sistem saraf simpatis menghambat kontraksi dengan adanya reseptor ????-2. Efek Penuaan akan berdampak terhadap peningkatan aktivitas otot detrusor, penurunan sensasi ingin berkemih, serta penurunan kekuatan otot sfingter di saluran kemih," terang Prof. Setiati.
"Peningkatkan aktivitas otot detrusor dapat disebabkan oleh keadaan hiperrefleks seperti riwayat stroke, parkinson, demensia, serta instabilitas akibat proses penuaan, obstruksi, batu kandung kemih, atau pembesaran prostat,” lanjutnya.
Baca Juga: Sering Cuci Tangan Bikin Tangan Anda Iritasi? Atasi dengan 5 Cara Berikut Ini
Beser dan mengompol, kata Prof. Setiati, adalah dua hal yang berbeda. "Beser atau Overactive Bladder (OAB) merupakan gangguan fungsi berkemih yang mengakibatkan rasa ingin segera berkemih. Sementara, ngompol atau enuresis atau inkontinensia, adalah kondisi ketika seseorang tidak dapat menahan keluarnya air kencing tanpa dikehendaki," bebernya.
Terdapat beberapa penyebab inkontinensia yang dapat diperbaiki tanpa obat-obatan. Sehingga, kata Prof. Setiati, dokter tidak perlu terburu-buru memberikan obat bagi pasien inkontinensia. Tenaga medis pasti akan melakukan pengkajian yang menyeluruh terlebih dulu sebelum memberikan obat.
"Peningkatkan aktivitas otot detrusor dapat disebabkan oleh keadaan hiperrefleks seperti riwayat stroke, parkinson, demensia, serta instabilitas akibat proses penuaan, obstruksi, batu kandung kemih, atau pembesaran prostat,” lanjutnya.
Baca Juga: Sering Cuci Tangan Bikin Tangan Anda Iritasi? Atasi dengan 5 Cara Berikut Ini
Beser dan mengompol, kata Prof. Setiati, adalah dua hal yang berbeda. "Beser atau Overactive Bladder (OAB) merupakan gangguan fungsi berkemih yang mengakibatkan rasa ingin segera berkemih. Sementara, ngompol atau enuresis atau inkontinensia, adalah kondisi ketika seseorang tidak dapat menahan keluarnya air kencing tanpa dikehendaki," bebernya.
Terdapat beberapa penyebab inkontinensia yang dapat diperbaiki tanpa obat-obatan. Sehingga, kata Prof. Setiati, dokter tidak perlu terburu-buru memberikan obat bagi pasien inkontinensia. Tenaga medis pasti akan melakukan pengkajian yang menyeluruh terlebih dulu sebelum memberikan obat.
(tsa)
Lihat Juga :