Pandemi, IIEF Bagikan Beasiswa Cakrawala untuk 130 Pelajar
Selasa, 24 Agustus 2021 - 16:04 WIB
loading...
Pandemi yang berdampak parah terhadap industri penerbangan secara tidak langsung memengaruhi pendidikan putra-putri masyarakat yang bekerja di sektor tersebut. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun lalu turut berdampak besar terhadap sektor/jasa angkutan udara atau bisnis penerbangan .
Baca juga: Elsa Dihukum 5 Tahun Penjara, Fan Garis Keras Ikatan Cinta Kecewa
Pembatasan perjalanan akibat pandemi Covid-19 membuat maskapai harus menerapkan langkah ekstrem untuk bertahan termasuk di antaranya berhenti terbang sementara hingga efisiensi pegawai. Kerugian dan karyawan yang dirumahkan menjadi opsi yang sulit untuk dihindari.
Indonesian International Education Foundation (IIEF) menyadari bahwa pandemi Covid-19 yang berdampak parah terhadap industri penerbangan secara tidak langsung memengaruhi pendidikan putra-putri dari masyarakat Indonesia yang bekerja atau pernah bekerja di industri penerbangan Indonesia.
Berangkat dari situasi tersebut, IIEF menggagas program Beasiswa Cakrawala, sebuah program bantuan pembiayaan pendidikan dan penguatan kapasitas bagi para siswa SMA dan mahasiswa yang orang tuanya bekerja atau pernah bekerja di perusahaan/maskapai penerbangan yang terkena dampak pandemi Covid-19.
Dalam talkshow virtual 'Pandemi Terus Berlanjut, Haruskah Pendidikan Terhenti?', baru-baru ini, Direktur IIEF, Diana Jahja menegaskan, akses pendidikan harus diperjuangkan apapun alasannya.
"Pandemi memang membawa banyak cerita sedih, lebih dari 30 juta orang terkena dampaknya. Mulai dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan tanpa upah, pengurangan jam kerja dan gaji. Untuk itulah perlu kepekaan dan kepeduan terhadap sesama agar bisa menolong hidup banyak orang," jelasnya.
Baca juga: Elsa Dihukum 5 Tahun Penjara, Fan Garis Keras Ikatan Cinta Kecewa
Pembatasan perjalanan akibat pandemi Covid-19 membuat maskapai harus menerapkan langkah ekstrem untuk bertahan termasuk di antaranya berhenti terbang sementara hingga efisiensi pegawai. Kerugian dan karyawan yang dirumahkan menjadi opsi yang sulit untuk dihindari.
Indonesian International Education Foundation (IIEF) menyadari bahwa pandemi Covid-19 yang berdampak parah terhadap industri penerbangan secara tidak langsung memengaruhi pendidikan putra-putri dari masyarakat Indonesia yang bekerja atau pernah bekerja di industri penerbangan Indonesia.
Berangkat dari situasi tersebut, IIEF menggagas program Beasiswa Cakrawala, sebuah program bantuan pembiayaan pendidikan dan penguatan kapasitas bagi para siswa SMA dan mahasiswa yang orang tuanya bekerja atau pernah bekerja di perusahaan/maskapai penerbangan yang terkena dampak pandemi Covid-19.
Dalam talkshow virtual 'Pandemi Terus Berlanjut, Haruskah Pendidikan Terhenti?', baru-baru ini, Direktur IIEF, Diana Jahja menegaskan, akses pendidikan harus diperjuangkan apapun alasannya.
"Pandemi memang membawa banyak cerita sedih, lebih dari 30 juta orang terkena dampaknya. Mulai dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan tanpa upah, pengurangan jam kerja dan gaji. Untuk itulah perlu kepekaan dan kepeduan terhadap sesama agar bisa menolong hidup banyak orang," jelasnya.
Lihat Juga :