Kolesterol Tinggi Bisa Disebabkan karena Kurang Tidur
Jum'at, 03 September 2021 - 12:28 WIB
loading...
Kolesterol Tinggi Bisa Disebabkan karena Kurang Tidur. Foto/Express.
A
A
A
JAKARTA - Faktor gaya hidup seperti kurang tidur dapat secara tidak sengaja menyebabkan kolesterol tinggi . Menurut penelitian dan ahli kesehatan, tidur atau kurang tidur bisa menjadi bagian integral dari kadar kolesterol Anda dan risiko kondisi kesehatan lainnya.
Dilansir dari Express, Jumat (3/9) dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Sleep, para peneliti menemukan bahwa terlalu banyak dan terlalu sedikit tidur memiliki dampak negatif pada tingkat lipid seseorang.
Mereka memeriksa sekelompok 1.666 pria dan 2.329 wanita di atas usia 20 dan menariknya menemukan bahwa tidur kurang dari 5 jam di malam hari meningkatkan risiko trigliserida tinggi dan kadar HDL rendah pada wanita.
Juga dicatat bahwa tidur lebih dari delapan jam menghasilkan hasil yang serupa. Dalam studi lain yang diterbitkan di National Library of Health, durasi tidur dan kebiasaan mendengkur dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi penyakit kardiovaskular diteliti.
Baca Juga: Diabetes Tipe 2, Ide Sarapan Terbaik untuk Turunkan Gula Darah
Peserta studi adalah bagian dari skrining penyakit kardiovaskular dan program penjangkauan pendidikan di New York City. Peserta secara sistematis dinilai untuk risiko CVD (termasuk faktor risiko tradisional, gaya hidup, dan psikososial) dan menyelesaikan kuesioner standar mengenai kebiasaan tidur (termasuk durasi tidur dan mendengkur).
Dilansir dari Express, Jumat (3/9) dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Sleep, para peneliti menemukan bahwa terlalu banyak dan terlalu sedikit tidur memiliki dampak negatif pada tingkat lipid seseorang.
Mereka memeriksa sekelompok 1.666 pria dan 2.329 wanita di atas usia 20 dan menariknya menemukan bahwa tidur kurang dari 5 jam di malam hari meningkatkan risiko trigliserida tinggi dan kadar HDL rendah pada wanita.
Juga dicatat bahwa tidur lebih dari delapan jam menghasilkan hasil yang serupa. Dalam studi lain yang diterbitkan di National Library of Health, durasi tidur dan kebiasaan mendengkur dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi penyakit kardiovaskular diteliti.
Baca Juga: Diabetes Tipe 2, Ide Sarapan Terbaik untuk Turunkan Gula Darah
Peserta studi adalah bagian dari skrining penyakit kardiovaskular dan program penjangkauan pendidikan di New York City. Peserta secara sistematis dinilai untuk risiko CVD (termasuk faktor risiko tradisional, gaya hidup, dan psikososial) dan menyelesaikan kuesioner standar mengenai kebiasaan tidur (termasuk durasi tidur dan mendengkur).
Lihat Juga :