Pengaruhi IQ Anak, BKKBN Berupaya Cegah Stunting di Masa Pandemi
Sabtu, 04 September 2021 - 10:53 WIB
loading...
Studi terbaru yang dilakukan Brown University mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) anak. / Foto: ilustrasi/ist
A
A
A
JAKARTA - Studi terbaru yang dilakukan Brown University mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) anak. Ya, bayi yang lahir di masa pandemi berisiko memiliki IQ rendah.
Baca juga: Ingin Dihargai Orang Lain, Ingat Selalu 4 Hal Berikut Ini
Para ilmuwan menganalisis kinerja kognitif dari 672 anak yang lahir di Rhode Island; sebanyak 188 di antaranya lahir di tengah pandemi Covid-19 (setelah Juli 2020); 308 bayi lahir sebelum pandemi (sebelum Januari 2019); dan 176 bayi lainnya lahir di awal pandemi (antara Januari 2019 hingga Maret 2020).
"Anak-anak yang lahir selama pandemi Covid-19 memiliki IQ yang jauh lebih rendah daripada mereka yang lahir di tahun sebelumnya," terang peneliti dalam laporan studinya, dikutip dari New York Post, belum lama ini.
Penulis utama studi sekaligus profesor penelitian pediatrik Brown University, Sean Deoni menyatakan bahwa tanda-tanda yang memperlihatkan IQ rendah itu tidak terlalu terlihat. "Anda tidak bisa melihatnya selain gangguan kognitif utama," katanya.
Baca juga: Ingin Dihargai Orang Lain, Ingat Selalu 4 Hal Berikut Ini
Para ilmuwan menganalisis kinerja kognitif dari 672 anak yang lahir di Rhode Island; sebanyak 188 di antaranya lahir di tengah pandemi Covid-19 (setelah Juli 2020); 308 bayi lahir sebelum pandemi (sebelum Januari 2019); dan 176 bayi lainnya lahir di awal pandemi (antara Januari 2019 hingga Maret 2020).
"Anak-anak yang lahir selama pandemi Covid-19 memiliki IQ yang jauh lebih rendah daripada mereka yang lahir di tahun sebelumnya," terang peneliti dalam laporan studinya, dikutip dari New York Post, belum lama ini.
Penulis utama studi sekaligus profesor penelitian pediatrik Brown University, Sean Deoni menyatakan bahwa tanda-tanda yang memperlihatkan IQ rendah itu tidak terlalu terlihat. "Anda tidak bisa melihatnya selain gangguan kognitif utama," katanya.
Lihat Juga :