Pasien Covid-19 Berisiko Tinggi Alami Penyakit Ginjal Stadium Akhir
Minggu, 05 September 2021 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Di antara pasien Covid-19, 12.376 dirawat di rumah sakit, termasuk 4.146 yang dirujuk ke unit ICU.
Baca Juga: Penyakit Jantung, Sensasi Tersedak yang Tak Boleh Diabaikan
"Risiko penurunan fungsi ginjal paling tinggi di antara orang-orang yang berada di ICU. Namun, penting untuk dicatat bahwa risiko meluas ke semua pasien, bahkan mereka yang memiliki kasus Covid-19 yang lebih ringan," jelas Zyad.
Temuan mengungkapkan bahwa pasien yang tertular virus memiliki risiko 15% lebih tinggi menderita peristiwa ginjal yang merugikan seperti penyakit ginjal, risiko 30% lebih tinggi terkena cedera ginjal akut, dan risiko 215% lebih tinggi terkena penyakit ginjal stadium akhir.
Penyakit ginjal stadium akhir biasanya merupakan hasil akhir dari penyakit ginjal yang sudah berlangsung lama. Terkadang, kondisi ini akan diikuti dengan gagal ginjal akut.
Sementara dampak Covid-19 pada ginjal masih belum jelas, beberapa peneliti berspekulasi organ tersebut rentan terhadap infeksi karena reseptornya yang memungkinkan virus menempel, menyerang, dan membuat salinan dirinya sendiri, yang berpotensi merusak jaringan organ.
Baca Juga: Penyakit Jantung, Sensasi Tersedak yang Tak Boleh Diabaikan
"Risiko penurunan fungsi ginjal paling tinggi di antara orang-orang yang berada di ICU. Namun, penting untuk dicatat bahwa risiko meluas ke semua pasien, bahkan mereka yang memiliki kasus Covid-19 yang lebih ringan," jelas Zyad.
Temuan mengungkapkan bahwa pasien yang tertular virus memiliki risiko 15% lebih tinggi menderita peristiwa ginjal yang merugikan seperti penyakit ginjal, risiko 30% lebih tinggi terkena cedera ginjal akut, dan risiko 215% lebih tinggi terkena penyakit ginjal stadium akhir.
Penyakit ginjal stadium akhir biasanya merupakan hasil akhir dari penyakit ginjal yang sudah berlangsung lama. Terkadang, kondisi ini akan diikuti dengan gagal ginjal akut.
Sementara dampak Covid-19 pada ginjal masih belum jelas, beberapa peneliti berspekulasi organ tersebut rentan terhadap infeksi karena reseptornya yang memungkinkan virus menempel, menyerang, dan membuat salinan dirinya sendiri, yang berpotensi merusak jaringan organ.
Lihat Juga :