alexametrics

Gisel Anastasia Ajak Orangtua Kolaborasi dengan Guru dalam Virtual Schooling

loading...
Gisel Anastasia Ajak Orangtua Kolaborasi dengan Guru dalam Virtual Schooling
Masa virtual schooling benar-benar menyadarkan Gisel Anastasia akan pentingnya mengenal gaya belajar sang putri, Gempi. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Metode pembelajaran secara virtual kemungkinan masih akan diterapkan di awal tahun ajaran baru pada Juli mendatang. Sejak corona mewabah, dunia pendidikan memang harus beradaptasi dengan cara belajar baru tersebut.

Kurang lebih dua bulan para siswa telah menjalani kegiatan belajar dari rumah, menyusul ditutupnya sekolah akibat pandemi COVID-19. Bukan cuma pola belajar yang berubah, fenomena tersebut juga telah memunculkan kesadaran baru bagi para orangtua tentang beragam tantangan dalam proses kegiatan belajar mengajar yang dilalui guru untuk mengupayakan agar anak mereka mampu memahami pelajaran dengan baik.

Tema “Belajar dari COVID-19” yang diangkat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada peringatan Hari Pendidikan Nasional lalu juga menjadi momen pembelajaran bersama bahwa keberhasilan seorang anak dalam belajar bukan hanya menjadi tugas guru di sekolah, tetapi membutuhkan pula kolaborasi orangtua dan anak. (Baca Juga: Ingin Hibur Anak-Anak, JK Rowling Luncurkan Buku Dongeng)



Guna mendukung hal itu, Sampoerna Academy sebagai sekolah pelopor metode STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics) di Indonesia menekankan pentingnya sinergi guru, anak, dan orangtua dalam menemukan gaya belajar anak untuk mengoptimalkan keberhasilannya. Dalam sebuah kegiatan virtual beberapa waktu lalu, Sampoerna Academy juga telah mengumumkan kerja samanya dengan artis Gisella Anastasia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi tersebut.

Hal ini terutama karena selama masa pandemi, proses belajar mengajar dilakukan secara virtual di rumah (virtual schooling). Melalui konten digital yang dibuat bersama Gisel dan sang buah hati, Gempi, Sampoerna Academy ingin mengajak lebih banyak orangtua untuk mengenal gaya belajar anak sehingga kegiatan belajar mengajar sehari-hari dapat dilakukan secara lebih efektif.

Dr. Mustafa Guvercin, School Director of Sampoerna Academy, mengatakan bahwa pihaknya percaya setiap anak adalah unik dan membutuhkan pendekatan yang berbeda satu sama lain.

"Kami selalu berkomitmen agar masing-masing anak mendapatkan pengajaran yang optimal. Untuk itu, kami ingin mengajak lebih banyak orangtua untuk dapat memahami pentingnya sinergi ini agar mereka dapat berpartisipasi aktif, terutama dalam masa virtual schooling. Ini merupakan usaha kami dari pihak sekolah untuk dapat terus menghadirkan kegiatan belajar mengajar yang efektif. Sebab, sejauh ini kegiatan virtual schooling yang kami lakukan telah menunjukkan hasil yang positif melalui tingginya tingkat kehadiran siswa sebesar 90%," beber Dr. Mustafa melalui rilis yang diterima SINDOnews.

Penerapan metode STEAM yang terus dilaksanakan selama virtual schooling oleh Sampoerna Academy menunjukkan hasil yang positif. Selama kurang lebih dua bulan diselenggarakannya virtual schooling, tingkat kehadiran siswa terjaga, yang ditunjukkan dengan persentase tingkat kehadiran sebesar 88,87%.

Selain itu, para siswa pun terus terlibat secara aktif melalui berbagai tugas yang diberikan dengan tingkat penyelesaian sebesar 99,3%. Keseluruhan kegiatan belajar mengajar ini dinilai efektif oleh para orangtua, di mana 97% orangtua merasa puas dengan kegiatan belajar mengajar anak mereka. Tingkat persetujuan belajar dari para orangtua mencapai angka 81%.

Psikolog Jovita Maria Ferliana, M.Psi mengatakan, ada banyak gaya belajar anak, mulai gaya belajar auditori, visual, hingga kinestetik. Anak yang punya gaya belajar kinestetik akan lebih menyukai aktivitas pembelajaran yang aktif, bergerak, dan lewat sebuah permainan. Berbeda dengan gaya belajar anak auditori yang lebih menyukai ketenangan.

"Dengan memahami gaya belajar spesifik anak, akan memudahkan kita untuk mendukung mereka menerima dan menangkap pelajaran. Apalagi di masa virtual schooling, di mana orangtua menjadi pendamping serta jembatan antara guru dan murid selama masa pengajaran," beber Jovita.

Lebih lanjut Jovita menjelaskan cara orangtua untuk menemukan gaya belajar anak. Salah satunya dengan sering menghabiskan waktu bersama.

"Sering menghabiskan waktu bersama anak secara tidak langsung dapat memahami gaya belajar sang anak. Selain itu, perlunya menanyakan kesulitan yang dihadapi dan juga melakukan komunikasi antara orangtua dan guru selaku tenaga pendidik yang sehari-hari mengajarkan anak secara langsung," ujarnya.

Sementara itu, Gisella yang juga merupakan orangtua murid Sampoerna Academy menyambut positif inisiatif kolaborasi dari lembaga pendidikan tersebut. (Baca Juga: 5 Cara Menjadi Pendongeng yang Efektif untuk Anak)

"Masa virtual schooling benar-benar menyadarkan saya bahwa saya perlu mengenal gaya belajar Gempi. Selama ini perkembangan Gempi di sekolah sudah sangat baik, yang tentu tidak lepas dari peranan para guru di Sampoerna Academy yang menerapkan metode STEAM dan Project Based Learning," katanya.

"Dengan mengetahui gaya belajar Gempi yang lebih menyukai kegiatan belajar yang berhubungan dengan seni dan sensorial, saya dapat mendukung kegiatan belajar mengajar yang saat ini dilakukan melalui virtual schooling. Kegiatan belajar jadi lebih menyenangkan bagi anak dan tetap efektif dengan adanya peranan aktif saya sebagai orangtua untuk bisa berkolaborasi dengan para guru," pungkas Gisel.(tsa)
(tsa)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak