Prilly Latuconsina Angkat Isu Kesehatan Mental lewat Film Kukira Kau Rumah

loading...
Prilly Latuconsina Angkat Isu Kesehatan Mental lewat Film Kukira Kau Rumah
Prilly Latuconsina menyuarakan isu kesehatan mental lewat film baru berjudul Kukira Kau Rumah. Foto/Istimewa
JAKARTA - Prilly Latuconsina menyuarakan isu kesehatan mental yang sama penting dengan kesehatan fisik lewat film baru berjudul Kukira Kau Rumah. Lewat film ini, bintang film Danur ini memberikan perhatian terhadap stigma orang gila yang melekat pada mereka yang tengah berjuang memulihkan kesehatan mental.

Prilly begitu antusias dengan tema yang masih jarang diangkat di film Indonesia ini.

Baca Juga: Seo Ye-Ji Siap Comeback lewat Drama Eve's Scandal

"Kami memilih isu tersebut karena ingin orang-orang lebih concern dengan kesehatan mental. Kesehatan mental sama penting dengan kesehatan fisik. Sampai saat ini banyak sekali yang meremehkan kesehatan mental dan tidak mengerti menangani orang dengan gangguan mental," kata Prilly dalam keterangan tertulis, Senin (13/9/2021).



Ketidakpahaman akan pentingnya kesehatan mental membuat orang melabeli "orang gila" kepada orang yang mempunyai penyakit mental.

“Sampai saat ini banyak sekali yang meremehkan kesehatan mental dan tidak mengerti menangani orang dengan gangguan mental. Orang sering langsung memberi label ‘orang gila’ kepada yang mempunyai penyakit mental. Tidak sedikit juga yang menghubungkan penyakit mental dengan dekat tidaknya orang itu sama Tuhan,” papar Prilly.

Dalam pemahaman aktris kelahiran 15 Oktober 1996 ini, penyakit mental dipicu banyak faktor dan mesti ditangani oleh profesional. Kesehatan mental juga bisa berdampak ke kematian.

Baca Juga: Sinopsis No One Gets Out Alive: Film Horor Terbaru Adaptasi Novel Best Seller

Prilly yakin dapat menyampaikan pesan ini lewat film sehingga lebih efektif dan berdampak besar. Karena itu, Prilly yang juga bertindak sebagai produser tertarik menggaet lagu Amigdala sebagai bagian dari film Kukira Kau Rumah.

Kukira Kau Rumah menceritakan tentang Pram yang kesepian karena ibunya sibuk bekerja, sementara ayahnya meninggal saat ia SMP. Pram mengisi hari dengan bekerja di kafe sambil menulis lagu. Suatu hari ia mengenal Niskala, pengidap bipolar yang kuliah tanpa sepengetahuan ayahnya. Niskala ingin membuktikan kepada sang ayah, bahwa meski bipolar, ia tetap bisa berprestasi. Sejak kenal Pram, hidup Niskala berubah.
(tsa)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top