Baim Wong Dihujat hingga Minta Maaf, Dedi Mulyadi: Tahan Diri dalam Bersikap
Kamis, 14 Oktober 2021 - 04:54 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi, kata Dedi, maksud baik Baim Wong disampaikan dengan cara yang kurang baik dan tidak tepat. Sebab yang dihadapi adalah seorang kakek yang memerlukan adab khusus, tidak dengan emosi.
"Tidak boleh emosi, harus lemah lembut pada orang tua dan sikap penyampaiannya dengan bahasa yang mudah dimengerti," imbuh Dedi.
Dedi yang juga pemilik kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel dengan 1,94 juta subscriber itu mengaku, pernah mengalami hal yang sama dengan Baim Wong. Saat itu, dia bertemu seorang bapak yang berkeliling meminta sumbangan karena mengaku stroke.
Baca Juga: Baim Wong Petik Pelajaran dari Peristiwa Kakek Suhut dan Meminta Maaf
Dedi pun mendatangi rumah sang bapak dan menawarkan pekerjaan pada anaknya. Namun, tawaran itu ditolak dan keluarga meminta modal untuk berjualan bubur. Akhirnya, Dedi berikan modal untuk anaknya berjualan dan kebutuhan makan keluarga selama satu bulan, agar sang bapak tidak lagi keliling meminta sumbangan.
Suatu ketika, Dedi yang sedang berolahraga lagi-lagi bertemu bapak tersebut yang kembali berkeliling untuk meminta sumbangan. Ternyata, setelah ditelusuri, bapak tersebut bukan stroke melainkan cacat bawaan.
Akhirnya Dedi kembali meminta bapak ini berhenti berkeliling. Selain itu, dia memberikan modal beternak pada anak sang bapak yang paling kecil, sedangkan anaknya yang dewasa ditawari bekerja sebagai penyapu setelah pulang sekolah.
"Saya tawari pekerjaan ternyata anaknya tidak datang, kemudian modal usaha bubur tidak dilaksanakan, bapaknya masih keliling, itu yang buat saya marah. Kok keluarga ini malah seneng mengeksploitasi bapaknya yang disabilitas dibanding bekerja," katanya.
"Tidak boleh emosi, harus lemah lembut pada orang tua dan sikap penyampaiannya dengan bahasa yang mudah dimengerti," imbuh Dedi.
Dedi yang juga pemilik kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel dengan 1,94 juta subscriber itu mengaku, pernah mengalami hal yang sama dengan Baim Wong. Saat itu, dia bertemu seorang bapak yang berkeliling meminta sumbangan karena mengaku stroke.
Baca Juga: Baim Wong Petik Pelajaran dari Peristiwa Kakek Suhut dan Meminta Maaf
Dedi pun mendatangi rumah sang bapak dan menawarkan pekerjaan pada anaknya. Namun, tawaran itu ditolak dan keluarga meminta modal untuk berjualan bubur. Akhirnya, Dedi berikan modal untuk anaknya berjualan dan kebutuhan makan keluarga selama satu bulan, agar sang bapak tidak lagi keliling meminta sumbangan.
Suatu ketika, Dedi yang sedang berolahraga lagi-lagi bertemu bapak tersebut yang kembali berkeliling untuk meminta sumbangan. Ternyata, setelah ditelusuri, bapak tersebut bukan stroke melainkan cacat bawaan.
Akhirnya Dedi kembali meminta bapak ini berhenti berkeliling. Selain itu, dia memberikan modal beternak pada anak sang bapak yang paling kecil, sedangkan anaknya yang dewasa ditawari bekerja sebagai penyapu setelah pulang sekolah.
"Saya tawari pekerjaan ternyata anaknya tidak datang, kemudian modal usaha bubur tidak dilaksanakan, bapaknya masih keliling, itu yang buat saya marah. Kok keluarga ini malah seneng mengeksploitasi bapaknya yang disabilitas dibanding bekerja," katanya.
Lihat Juga :