Usia 30 Tahun Rawan Osteoporosis, Dokter Ungkap Cara Mencegahnya
Rabu, 20 Oktober 2021 - 10:27 WIB
loading...
Perempuan yang baru memasuki usia 30 tahun harus mewaspadai osteoporosis. Foto: Medanta
A
A
A
JAKARTA - Perempuan yang baru memasuki usia 30 tahun harus mewaspadai osteoporosis . Sebab setelah mencapai puncak massa tulang pada usia 30 tahun, tulang menjadi lebih tipis dan lemah apabila tidak dijaga kesehatannya. Kondisi ini akan meningkatkan risiko osteoporosis.
Di Asia Tenggara, osteoporosis memiliki dampak yang parah pada kualitas hidup dan kemandirian penderitanya. Selain itu penderita osteoporosis juga akan menimbulkan beban sosial dan ekonomi yang cukup besar.
Pada 2050, penduduk Indonesia pada kelompok risiko osteoporosis akan tumbuh sebesar 135 persen. Selain itu sebanyak 40,6 persen perempuan Indonesia berusia 20-29 tahun memiliki massa tulang rendah yang meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang.
Baca Juga: Pola Hidup Sehat Sedari Muda Bantu Hindari Risiko Osteoporosis
Oleh sebab itu, sangat penting bagi mereka untuk mengonsumsi kalsium dan vitamin D secara terus menerus di antara usia 20-30 tahun. Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dr dr Luciana B. Sutanto, MS SpGK, mengatakan osteoporosis merupakan penurunan kualitas dan kepadatan tulang yang dapat membuat tulang lebih rapuh dan mudah patah.
“Yang perlu diketahui, kalsium dan vitamin D bekerja secara sinergis untuk menjaga kesehatan tulang di mana kalsium dan vitamin D harus dimulai bahkan sebelum memasuki usia 30 tahun. Salah satunya dengan asupan makanan bergizi," ujar dr Luciana, dalam sesi virtual media briefing, Selasa (19/10/2021).
Sayangnya, kandungan nutrisi di Indonesia pada umumnya mengandung kalsium dan vitamin D dalam level rendah. Padahal nutrisi yang cukup dan pola hidup yang sehat merupakan langkah penting untuk mencegah osteoporosis. Selain itu suplementasi juga bisa ditambahkan.
Di Asia Tenggara, osteoporosis memiliki dampak yang parah pada kualitas hidup dan kemandirian penderitanya. Selain itu penderita osteoporosis juga akan menimbulkan beban sosial dan ekonomi yang cukup besar.
Pada 2050, penduduk Indonesia pada kelompok risiko osteoporosis akan tumbuh sebesar 135 persen. Selain itu sebanyak 40,6 persen perempuan Indonesia berusia 20-29 tahun memiliki massa tulang rendah yang meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang.
Baca Juga: Pola Hidup Sehat Sedari Muda Bantu Hindari Risiko Osteoporosis
Oleh sebab itu, sangat penting bagi mereka untuk mengonsumsi kalsium dan vitamin D secara terus menerus di antara usia 20-30 tahun. Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dr dr Luciana B. Sutanto, MS SpGK, mengatakan osteoporosis merupakan penurunan kualitas dan kepadatan tulang yang dapat membuat tulang lebih rapuh dan mudah patah.
“Yang perlu diketahui, kalsium dan vitamin D bekerja secara sinergis untuk menjaga kesehatan tulang di mana kalsium dan vitamin D harus dimulai bahkan sebelum memasuki usia 30 tahun. Salah satunya dengan asupan makanan bergizi," ujar dr Luciana, dalam sesi virtual media briefing, Selasa (19/10/2021).
Sayangnya, kandungan nutrisi di Indonesia pada umumnya mengandung kalsium dan vitamin D dalam level rendah. Padahal nutrisi yang cukup dan pola hidup yang sehat merupakan langkah penting untuk mencegah osteoporosis. Selain itu suplementasi juga bisa ditambahkan.
Lihat Juga :