Usia 20 Tahun Rawan Kena Kanker Payudara Triple Negatif, Ini Faktor Risikonya

Kamis, 21 Oktober 2021 - 13:35 WIB
loading...
Usia 20 Tahun Rawan...
Usia 20 Tahun Rawan Kena Kanker Payudara Triple Negatif, Ini Faktor Risikonya. Foto/Ilustrasi/Health Imaging
A A A
JAKARTA - Kanker payudara jenis triple negatif lebih banyak menyerang perempuan milenial. Kasus termuda yang pernah ditemukan berusia 20-an.

Hal ini tentu perlu mendapat perhatian semua perempuan, karena artinya kanker payudara bukan hanya dihadapi oleh perempuan di atas 50 tahun saja. Itu kenapa, masyarakat perlu memahami betul kanker payudara triple negatif yang diketahui juga susah disembuhkan.

Kanker payudara triple negatif sendiri menyumbang 15% dari semua kasus kanker payudara dan merupakan kanker payudara invasif, yang berarti sel-sel kanker telah berkembang keluar dari area asalnya dan mulai menyebar dengan cepat ke jaringan payudara sekitarnya.

Jenis ini diklasifikasikan sebagai triple negatif karena tidak memiliki tiga protein yang biasanya ditemukan pada sel kanker payudara: reseptor estrogen, progesteron, dan HER2.

Baca Juga: Cara Deteksi Kanker Payudara, Wajib Tahu Sebelum Terlambat!

Diterangkan Ahli Kanker Prof. Dr. dr. Ami Ashariati, SpPD-KHOM, FINASIM, kanker payudara triple negatif itu banyak dialami perempuan milenial. Deteksi dini sangat menentukan keberhasilan penyembuhan.

"Semakin dini ditemukan dan ditangani, pasien kanker payudara triple negatif memiliki kesintasan di atas 95% dalam waktu 5 tahun," katanya di webinar kesehatan yang diinisiasi Yayasan Kanker Indonesia dan MDS, Kamis (21/10/2021).

Bicara soal faktor risiko kanker payudara triple negatif, menurut Prof Ami, ini tidak jauh berbeda dengan faktor risiko jenis kanker payudara lainnya. Sebut saja soal genetik keturunan keluarga.

"Jika ada keluarga (kakak, adik, atau ibu) yang menderita kanker payudara, ini mempunyai kemungkinan risiko lebih tinggi sampai 4 kali lipat," tambahnya.

Selain keturunan, faktor risiko lainnya ialah:

1. Menstruasi terlalu awal, hitungannya kurang dari usia 12 tahun.

2. Punya anak di atas usia 35 tahun

3. Wanita yang sudah melahirkan, namun tidak memberikan ASI

4. Konsumsi obat hormonal estrogen jangka panjang

5. Konsumsi lemak tinggi secara berlebihan

6. Wanita menopause yang mengonsumsi obat hormonal

7. Perokok dan minum alkohol

8. Obesitas, khususnya di usia di atas 50 tahun

Jika sudah tahu faktor risikonya, penting untuk kemudian melakukan upaya pencegahan, khususnya pada kelompok faktor risiko gaya hidup. Sebab, kalau soal usia, itu sesuatu yang tidak bisa dikendalikan.

Upaya pencegahan yang bisa dilakukan, saran Prof Ami, ialah melakukan SADARI sedini mungkin. SADARI di sini ialah periksa payudara sendiri.

"Sangat disarankan untuk perempuan muda melakukan SADARI setiap sebulan sekali. Jika ditemukan benjolan yang tempatnya ada di bagian atas payudara, maka disarankan segera hubungi dokter ahlinya, karena itu cukup berisiko mengarah ke benjolan kanker, terlebih jika tidak merasakan nyeri di tempat benjolan berada," ungkap Prof Ami.

Selain benjolan, tanda-tanda abnormal pada payudara yang perlu diwaspadai adalah kulit memerah, kulit berubah seperti kulit jeruk, ada seperti lesung pipi di payudara, dan puting mengeluarkan cairan yang tidak normal, khususnya pada mereka yang belum pernah menyusui.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Cara Penanganan...
Ini 3 Cara Penanganan Kanker Payudara Selain Kemoterapi
Target Turunkan Kematian...
Target Turunkan Kematian Kanker Payudara 2,5% Per Tahun, Kemenkes Gaspol Implementasi RAN Kanker
Kanker Payudara Tertinggi...
Kanker Payudara Tertinggi di Inggris dan RI, Ini Penjelasan Dokter
Kemenkes Akan Upgrade...
Kemenkes Akan Upgrade Cek Kesehatan Gratis 2026, Kanker Payudara Masuk Prioritas
Kanker Payudara Juga...
Kanker Payudara Juga Bisa Menyerang Piria, Ini Gejala yang Patut Diwaspadai
Perempuan Indonesia...
Perempuan Indonesia Diajak Deteksi Dini Kanker Payudara Lewat Program Skrining Nasional
SORELLA dan Lovepink...
SORELLA dan Lovepink Bersatu di Indonesia Goes Pink 2025
Operasi Robotic Mastectomy...
Operasi Robotic Mastectomy Pertama di Indonesia
Kemlu Bantu Pemulangan...
Kemlu Bantu Pemulangan Jenazah Yurike Sanger Istri ke-7 Bung Karno dari Amerika
Rekomendasi
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Berita Terkini
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Dituding Bergantung...
Dituding Bergantung pada Lesti Kejora, Rizky Billar Beberkan Rumah Cash dan Aset Miliknya
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved