Upaya-Upaya Global untuk Tekan Prevalensi Merokok
Kamis, 21 Oktober 2021 - 14:41 WIB
loading...
Tingginya angka dan prevalensi perokok ini mengindikasikan kalau risiko kesehatan bagi para perokok juga tinggi. Foto Ilustrasi/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Scientific Summit on Tobacco Harm Reduction ke-4 yang digelar secara daring bulan lalu membahas topik soal tingginya prevalensi merokok secara global. Berdasarkan penelitian dan pengalaman di sejumlah negara, produk tembakau alternatif dapat menurunkan angka perokok global asalkan didukung dengan regulasi yang berlandaskan kajian ilmiah.
Konstantinos Kesanopoulos, Akademisi dari University of West Attica yang menjadi salah satu pembicara dalam forum tersebut memaparkan bahwa angka perokok di atas usia 15 tahun secara global mencapai 1,34 miliar jiwa dengan prevalensi perokok pria 32,7%. Sementara prevalensi perokok wanita 6,62%.
Baca Juga: 5 Tips Mengusir Tanda-Tanda Kelelahan Pandemi Covid-19
Tingginya angka dan prevalensi perokok ini mengindikasikan kalau risiko kesehatan bagi para perokok juga tinggi.
Melihat hal tersebut, Konstantinos menilai, rekomendasi yang disampaikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) kepada negara-negara anggotanya seperti kebijakan kawasan bebas rokok, gambar peringatan kesehatan pada kemasan rokok, larangan iklan rokok, dan promosi tidak cukup efektif untuk mengurangi prevalensi merokok.
Konstantinos Kesanopoulos, Akademisi dari University of West Attica yang menjadi salah satu pembicara dalam forum tersebut memaparkan bahwa angka perokok di atas usia 15 tahun secara global mencapai 1,34 miliar jiwa dengan prevalensi perokok pria 32,7%. Sementara prevalensi perokok wanita 6,62%.
Baca Juga: 5 Tips Mengusir Tanda-Tanda Kelelahan Pandemi Covid-19
Tingginya angka dan prevalensi perokok ini mengindikasikan kalau risiko kesehatan bagi para perokok juga tinggi.
Melihat hal tersebut, Konstantinos menilai, rekomendasi yang disampaikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) kepada negara-negara anggotanya seperti kebijakan kawasan bebas rokok, gambar peringatan kesehatan pada kemasan rokok, larangan iklan rokok, dan promosi tidak cukup efektif untuk mengurangi prevalensi merokok.
Lihat Juga :