Takut Alergi, Kapan Waktu yang Tepat Memberi Makan Telur pada Anak?

Sabtu, 06 Juni 2020 - 15:53 WIB
loading...
Takut Alergi, Kapan...
Telur adalah sumber nutrisi.,tapi juga merupakan salah satu penyebab alergi makanan pada anak-anak. Mengatasinya, ada waktu yang baik memperkenalkan telur pada anak. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Telur adalah sumber nutrisi. Ini mudah bagi orang tua untuk mempersiapkan menu makanannya dan memudahkan anak-anak untuk mengunyah. Tetapi, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa telur juga merupakan salah satu penyebab alergi makanan pada anak-anak.

Menurut pedoman pemberian makan, tidak ada alasan untuk tidak memberi makan telur anak Anda, setelah mereka siap mengunyah makanan padat, yakni antara 4 dan 6 bulan.

Seperti dilansir Times of India, yang terbaik adalah mengenalkan anak-anak Anda tentang makanan yang berpotensi alergi sedini mungkin. Pasalnya jika menunda pengenalannya, di atas usia 6 bulan, hal ini dapat meningkatkan potensi mengembangkan alergi di kemudian hari.

Meskipun menurut penelitian yang lebih tua, para ahli menyarankan orang tua untuk menunggu sampai usia 2 tahun untuk memperkenalkan telur kepada anak-anak. Tetapi studi terbaru tidak memiliki bukti untuk rekomendasi ini. Bahkan, diyakini memperkenalkan berbagai makanan untuk bayi Anda setelah siap makan makanan padat adalah cara terbaik untuk mencegah alergi makanan.

Saran usang lainnya adalah tentang hanya memberikan kuning telur kepada anak-anak karena kuning telur tidak memiliki alergen. Rekomendasi tersebut tidak lagi dianggap perlu.

Bagaimana cara mengetahui kapan bayi Anda siap makan telur?
Jika bayi Anda siap untuk makan makanan padat, dia siap untuk telur juga. Ketika bayi Anda bisa duduk di kursi tinggi dan dapat mengangkat kepala, sekarang saatnya untuk makanan padat.

Menurut American Academy of Pediatrics, Anda harus memperkenalkan satu makanan baru pada bayi Anda dan menunggu dua-tiga hari sebelum memperkenalkan makanan baru.

Dalam dua-tiga hari ini, Anda bisa menunggu dan menyaksikan alergi. Kebanyakan orang tua mulai dengan sereal, kemudian menghaluskan buah dan sayuran dan protein (telur).

Seperti diketahui, telur penuh dengan protein, zat besi dan kolin, sehingga menjadi tambahan yang sehat untuk makanan bayi Anda. Pastikan untuk memasak telur dengan benar untuk mencegah Salmonella dan penyakit bawaan makanan lainnya. Yang terbaik adalah merebus telur dan kemudian hancurkan. Anda dapat menambahkan telur tumbuk ke ASI atau susu formula bayi.

Saat Anda memperkenalkan telur kepada anak-anak, perhatikan gejala-gejala dan reaksi yang ditimbulkan untuk mengetahui apakah dia alergi. Reaksi terjadi dalam waktu singkat setelah makan atau bahkan menyentuh telur.

Reaksi tersebut, seperti pembengkakan, ruam, gatal-gatal dan eksim, kesulitan dalam bernafas, hidung bersin dan beringus, mata merah dan berair, mmuntah, mual, sakit perut atau diare

Beberapa vaksin juga mengandung telur, yang dapat menyebabkan alergi, seperti suntikan flu. Bicaralah dengan dokter anak Anda jika Anda memiliki riwayat alergi keluarga.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
5 Manfaat Kopi yang...
5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Nunung Tekankan Pentingnya...
Nunung Tekankan Pentingnya Perawatan Alami untuk Kesehatan Tubuh dan Benjolan
Gaya Hidup Sehat Perempuan...
Gaya Hidup Sehat Perempuan Dimulai dari Deteksi Dini
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Rekomendasi
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Berita Terkini
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Suka Takut Minum Vitamin...
Suka Takut Minum Vitamin C Karena Bikin Lambung Perih? Ini Penjelasannya
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Infografis
4 Alasan Ukraina Bisa...
4 Alasan Ukraina Bisa Runtuh pada 2025, Banyak Kota yang Hancur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved