Vaksin Covid-19 yang Ada Sekarang Lemah Lawan Omicron? Ini Penjelasannya
Selasa, 30 November 2021 - 11:32 WIB
loading...
Varian Omicron bisa mengalahkan tubuh manusia yang sudah divaksin lengkap. Foto/Shutterstock/Maureen McLean
A
A
A
JAKARTA - Varian Omicron pada beberapa kasus global berhasil mengalahkan tubuh manusia yang sudah divaksin dua dosis. Artinya, varian dengan kode B.1.1.529 tersebut cukup kuat.
Karakteristik lain dari varian yang diidentifikasi pertama kali di Afrika Selatan itu adalah memiliki mutasi yang sangat banyak dan dipercaya menyebar lebih mudah ke manusia.
Baca Juga: Pfizer Segera Rilis Vaksin untuk Lawan Omicron
Peneliti di Afrika Selatan pun kini tengah menguji vaksin yang ada sekarang apakah tetap mampu melawan varian Omicron atau tidak.
Profesor Penny Moore dari University of the Witwatersrand dan National Institute for Communicable Disease di Afrika Selatan mengatakan, pseudovirus atau virus yang tidak berbahaya dan tidak bereplikasi akan direkayasa serupa dengan mutasi Omicron.
Dari situ, penelitian akan dilakukan dengan memasukkan pseudovirus tersebut ke tubuh orang yang sudah divaksin lengkap dan penyintas Covid-19 untuk melihat apakah pseudovirus yang bertemu dengan antibodi dapat menetralkan virus atau tidak.
Uji laboratorium melibatkan beberapa vaksin Covid-19 yang kini tersedia meliputi Pfizer, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson. Sementara itu, tes pada plasma darah pasien pulih akan membantu menjelaskan risiko ulang dari Omicron.
Karakteristik lain dari varian yang diidentifikasi pertama kali di Afrika Selatan itu adalah memiliki mutasi yang sangat banyak dan dipercaya menyebar lebih mudah ke manusia.
Baca Juga: Pfizer Segera Rilis Vaksin untuk Lawan Omicron
Peneliti di Afrika Selatan pun kini tengah menguji vaksin yang ada sekarang apakah tetap mampu melawan varian Omicron atau tidak.
Profesor Penny Moore dari University of the Witwatersrand dan National Institute for Communicable Disease di Afrika Selatan mengatakan, pseudovirus atau virus yang tidak berbahaya dan tidak bereplikasi akan direkayasa serupa dengan mutasi Omicron.
Dari situ, penelitian akan dilakukan dengan memasukkan pseudovirus tersebut ke tubuh orang yang sudah divaksin lengkap dan penyintas Covid-19 untuk melihat apakah pseudovirus yang bertemu dengan antibodi dapat menetralkan virus atau tidak.
Uji laboratorium melibatkan beberapa vaksin Covid-19 yang kini tersedia meliputi Pfizer, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson. Sementara itu, tes pada plasma darah pasien pulih akan membantu menjelaskan risiko ulang dari Omicron.
Lihat Juga :